Dokpri . Foto ini diambil ketika hari masih pagi, hanya beberapa hari yang lalu. Bagi saya, ini sebuah momen yang menarik. Unik sekaligus memberikan makna betapa pohon-pohon besar memiliki peran besar. Tanpa mereka, lingkungan kami akan terasa sangat gersang dan panas. Apabila di tempat tinggal Anda sudah langka akan pohon-pohon besar, maka tidak heran apabila suhu udara begitu tinggi. Tidak usah mengomel akan keadaan yang tak menyenangkan. Tidak usah pula uring-uringan jika musim kemarau terasa berasa di gurun Arabia. Padahal, hunian dibangun ketika negara Anda masih bernama Indonesia. Sebuah negeri yang dilintasi oleh garis khatulistiwa. Kenyataannya, koordinat tempat kini berdiri bukan jaminan akan kenyamanan. Dan, inilah resiko sebuah pembangunan yang serampangan. Blog ini tentang pembangunan desa, tetapi bukan berarti merusak lingkungannya. Bukan pembangunan yang serampangan, tanpa perencanaan. Bukan pula pembangunan yang tak mengindahkan keselarasan. Bukan...
Kerbau Rawa di Kalimantan (Sumber: Antara) Saya punya rencana untuk mengembalikan fungsi lahan kebun sawit menjadi tutupan hutan dengan memanfaatkan peran kerbau rawa. Jika sebelumnya hutan "dikeringkan" untuk ditanami bibit sawit maka harus kembali "dibasahkan" dengan mengalirkan air sungai. Untuk keperluan pupuk dan sumber pendapatan warga maka kerbau rawa bisa menjadi alternatif. Dalam bayangan pikiran saya, akan ada lahan sawit yang tidak produktif lagi karena faktor usia tanaman. Dalam keadaan demikian, waktu yang tepat untuk segera mengembalikan fungsi hutan. Namun, saya tahu ini bukanlah usaha yang mudah. Penduduk akan lebih tertarik untuk mengalihkan fungsi lahan untuk sesuatu yang komersil. Hanya saja, mengembalikan fungsi hutan merupakan sebuah keharusan. Tentu tidak mengorbankan warga yang membutuhkan sumber pendapatan. Memelihara kerbau rawa adalah solusi. Ini dipilih karena beberapa alasan. Pertama, penduduk punya kegiatan untuk mengalihkan énergi ...