Kelas sosial merupakan sesuatu yang alami. Tidak perlu hilang dari muka bumi. Ide pemusnahan kelas sosial sebagaimana komunis hanyalah jargon yang tidak pernah terlaksana hingga kini. Di Koréa Utara sekalipun kelas sosial tetap ada. Kenyataan ini bukan sesuatu yang pahit. Andaikan orang sosialis dulu menginginkannya, itu semata lahir dari nasib sengsara yang mereka diperoleh. Tatkala naik kelas tidak sanggup, maka ide menghapuskannya menjadi sebuah opsi. Ide penghapusan kelas sosial datang ketika para bangsawan memperlakukan kaum miskin dengan semena. Ide ini pun datang ketika kelas sosial terendah iri kepada kelas sosial di atasnya. Kenyataannya, ini hanya amarah sesaat. Sebagaimana dulu orang-orang PKI begitu bergairah membagi-bagikan tanah kepada petani proletar. Kini, tanah yang "sepetak-sepetak" tersebut alhasil sekedar tanah tak produktif. Desa-desa kehilangan para juragan yang memiliki cukup modal untuk menggerakkan warga demi optimalisasi lahan. Khusus...
Saya menghabiskan waktu hampir 3 jam untuk menonton dokumenter tentang kebangkitan Cina. Dimulai dari keruntuhan Dinasti Qing hingga Xi Jinping bertugas menjadi presiden hingga perempat abad 21. Ada banyak hal yang bisa dijadikan bahan pelajaran. Namun, ada satu hal yang mesti saya ajukan sebuah pujian kepada bangsa besar ini. Mereka pekerja keras sekaligus pemikir keras . Kami di sini bekerja keras. Setiap pagi bangun lebih awal dibandingkan anak-anak kami. Namun, harus diakui jika bangun pagi bukan langsung memikirkan diri apalagi memikirkan bagaimana seharusnya dunia ini menata diri. Apa yang dikerjakan hari ini bukan demi keberlangsungan generasi tetapi sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari atau memaksakan nafsu diri. Orang Cina, sepertinya tidak berpikir sependek ini. Mereka diajarkan untuk berpikir besar sejak usia dini. Maaf, ini bukan bermaksud untuk menjadi inferior. Namun, berpikir menjadi superior ternyata dibutuhkan bagi bangsa yang ingin menjadi bes...