Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2015

Pelatihan Sumber Daya Manusia di Pedesaan (Bagian 2)

  Pelatihan sumber daya manusia di pedesaan mutlak harus dilakukan. Ini berkaitan dengan kebutuhan masyarakat desa untuk menyesuaikan dengan laju perubahan zaman. Untuk itu, harus ada prinsip-prinsip yang bisa menjadi pegangan dalam melaksanakan pelatihan. Pendekatan Pelatihan Dalam Pembangunan Permasalahan mendasar di pedesaan adalah SDM. Namun, apa permasalahan sumber daya manusia di pedesaan belumlah jelas. Perlu adanya identifikasi secara mendalam mengenai situasi sumber daya manusia di setiap desa. Akan ada perbedaan antara satu desa dengan desa lainnya.  Hal terlihat secara kasat mata adalah adanya kemandegan pembangunan di pedesaan. Apakah ini berarti warga desa sendiri enggan untuk membangun desanya? Strategi yang perlu dibangun untuk meningkatkan kualitas SDM di pedesaan adalah dengan pemberdayaan warga. Pemberdayaan dilakukan dengan memotifasi individu untuk meningkatkan kemampuannya dan menentukan jalan hidupnya. Pemberdayaan ditujukan kepada warga desa den...

Pelatihan Sumber Daya Manusia di Pedesaan (Bagian 1)

Pelatihan sumber daya manusia di pedesaan mutlak harus dilakukan. Ini berkaitan dengan kebutuhan masyarakat desa untuk menyesuaikan dengan laju perubahan zaman. Untuk itu, harus ada prinsip-prinsip yang bisa menjadi pegangan dalam melaksanakan pelatihan. Pelatihan untuk Perubahan Masyarakat Terdapat beberapa pandangan yang berbeda terhadap perubahan yang menjadi fenomena alamiah dalam kehidupan masyarakat (perorangan, kelompok, lembaga dan komunitas). Pandangan pertama menyatakan bahwa perubahan merupakan hakekat kehidupan sehingga realitas atau kenyataan yang tetap berlangsung secara terus-menerus dalam kehidupan masyarakat adalah perubahan itu sendiri. Pandangan kedua menyatakan bahwa pada umumnya tidak ada seseorang yang menginginkan perubahan dalam menjalankan tugas atau pekerjaannya pada suatu lembaga  dimana ia bertugas atau bekerja. Pandangan Pertama Menurut Rogers (1985) masyarakat pada umumnya berubah dari kategori masyarakat ekonomi agraris ke masyarakat ekono...

Pemimpin : Penentu Tujuan Pembangunan

Menentukan tujuan pembangunan memang bukanlah perkara yang mudah. Harus ada keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin mengenai tujuan apa yang hendak dicapai. Maka dari itu, ada beberapa syarat supaya bisa menjadi ‘penentu keputusan yang bisa diandalkan’ . Apakah Kepemimpinan? Tidaklah heran jika para pemimpin mendapat kesulitan untuk mengatur beberapa kelompok manusia agar menjalankan fungsinya tanpa pertikaian mengenai pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Setiap orang masing-masing memiliki kekuatan di dalam dirinya sendiri yang sulit untuk diselaraskan, bahwa sekalipun ia diletakan di dalam situasi dimana paling mudah untuk menyusun keharmonisan. Jika reaksi pikiran setiap individu berada didalam keadaan dimana unit-unit jiwanya tidak bisa dielaraskan dengan mudah coba pikirkan betapa sulitnya untuk menyelaraskan kelompok pikiran-pikiran sedemikian rupa hingga bekerja sama sebagai suatu kesatuan. Pemimpin yang sukses mengembangkan dan mengarahkan energi suatu grup ma...

Pendidikan Holistik-Humanistik untuk Meningkatkan Kesadaran Pembangunan Perdesaan

Kesadaran pembangunan di perdesaan tidaklah timbul begitu saja. Perlu adanya upaya sistematis untuk meningkatkan kesadaran membangun diantara warga desa. Dari berbagai upaya itu, ada salah satu cara yang bisa dianggap efektif yakni dengan menerapkan prinsip pendidikan holistik-humanistik yang dimulai sejak dini. Pendidikan Holistik dan Humanisitik Pendidikan holistik merupakan suatu filsafat pendidikan yang berangkat dari pemikiran bahwa pada dasarnya seorang individu dapat menemukan identitas, makna dan tujuan hidup melalui hubungannya dengan masyarakat, lingkungan alam dan nilai-nilai spiritual. Pendidikan ini penting bagi memastikan setiap individu merasai dan menikamti kehidupan mereka serta meghargai dan menilai semua pembelajaran, potensi dalaman seperti kecerdikan, kreatifitas dan nilai-nilai kerohanian. Pandangan humanistik (human = manusia) adalah suatu pendekatan yang multifaset terhadap pengalaman dan tingkah laku manusia, yang memusatkan perhatian pada keunikan dan ...

Si Pemikir yang Minoritas: Penggerak Pembangunan Perdesaan

Jika kita memperhatikan segelintir orang yang memiliki karakter pemikir, maka itulah yang bisa menjadi penggerak bagi pembangunan perdesaan. Merekalah yang bisa kita sebut 'sosok' penentu arah pembangunan. Mereka bisa siapa saja, profesi apa pun, kaya/miskin, tidak menjadi ukuran bagi keberadaan mereka. Kelompok kecil merupakan sifat ahli pikir yang tepat. Pelajarilah dengan seksama jika kita ingin menjadi salah satu dari kelompok kecil ini, yang berpikir dengan cepat dan tepat. Sifat ini sederhana dan sudah dimengerti tapi tidak begitu mudah dilipatgandakan, karena pelipatgandaan ini membutuhkan disiplin pribadi yang lebih besar daripada yang dilatih oleh kebanyakan orang. Tapi ganjaran untuk berpikir dengan tepat ini merupakan usaha yang patut yang diperlukan untuk menerima anugerah itu. Ini terdiri dari banyak sekali nilai, diantaranya ketenangan pikiran, kebebasan pikiran, kebebasan tubuh, kebijaksanaan dan pengertian akan hukum-hukum alam, bahan-bahan yang diperlukan ...

Pendidikan Berbasis Unggulan Lokal sebagai Penunjang Pembangunan Perdesaan

Pembangunan perdesaan memerlukan sumberdaya manusia yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi yang ada di sekitarnya. Untuk mencapai itu, perlu adanya suatu sistem pendidikan yang menunjang pembangunan dan sesuai dengan kebutuhan di masa depan. Sebelum membangun sistem pendidikan yang dimaksud, harus ada landasan filosofis dan teori demi tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan. Pendekatan Filosofis yang Sesuai Pendekatan filosofis bukan hanya mempertanyakan tentang hakikat dan tujuan hidup manusia ( human nature and destiny ) tetapi juga tentang kemungkinan pendidikan dalam arti kemampuan manusia berkembang dan menerima pengaruh dari luar terutama secara etik sehingga pertumbuhan dan perkembangan manusia itu dapat diarahkan sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, berdasarkan potensi dan sifat bawaan seorang peserta didik sebagai makhkluk sosial dan sebagai invidu. Pendekatan filosofis menghasilkan asumsi-asumsi dasar tentang hak...