Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

Pembangunan Bukan Kerumunan

Ketika kita berkerumun bersama-sama orang-orang terdekat, diam saja tanpa bergerak maka itu tidak bisa disebut pembangunan. Pembangunan dimulai dari keterlibatan banyak pihak, walaupun tidak selalu serentak. Dalam pembangunan, perlu ada yang berperan sebagai penggerak dan yang digerakan. Jika semua bergerak begitu saja seperti suporter sepakbola, maka pembangunan tidak akan berjalan. Bagi kerumunan, sekelompok orang yang tidak terorganisir, maka pembangunan seperti gerakan spontan tanpa perencanaan. Padahal, pembangunan perlu landasan filosofis hingga perencanaan yang matang. Landasan filosofis berfungsi menggerakan sedangkan kerumunan bergerak tanpa landasan yang jelas. Kalaulah manusia hanya berduyun-duyun mengarungi zaman, apakah pembangunan akan berjalan? Lebah saja bisa memiliki pemikiran yang sama untuk membangun sebuah sarang, tetapi kenapa manusia sering sulit memiliki  visi yang sama untuk membangun bersama. Mari kita renungkan kembali tujuan kita hidup saling berdampingan...

Filosofi Dari Tingkah Alam

 Begitulah kenyataan yang saya saksikan di sekitar rumah. Buah mangga malah menjadi bahan makanan kelelawar. Dahulu, Bapa saya menanam pohon mangga untuk konsumsi keluarga tetapi keluarga satwa juga menikmati hasilnya. Ketika kita meniatkan "menanam" banyak hal maka sudah sewajarnya untuk dinikmati oleh orang lain bahkan makhluk lain. Ingat umur, karena inveatasi hari ini belum tentu bisa dinikmati hari ini juga.  Saya suka kagum pada cara berpikir orang Cina. Mereka suka memikirkan tiga generasi. Generasi dirinya, anaknya dan cucunya. Dengan begitu, apa yang dirasakan saat ini dan nanti adalah buah karya dari orang-orang menanam sebelumnya.