Ketika kita berkerumun bersama-sama orang-orang terdekat, diam saja tanpa bergerak maka itu tidak bisa disebut pembangunan. Pembangunan dimulai dari keterlibatan banyak pihak, walaupun tidak selalu serentak. Dalam pembangunan, perlu ada yang berperan sebagai penggerak dan yang digerakan. Jika semua bergerak begitu saja seperti suporter sepakbola, maka pembangunan tidak akan berjalan. Bagi kerumunan, sekelompok orang yang tidak terorganisir, maka pembangunan seperti gerakan spontan tanpa perencanaan. Padahal, pembangunan perlu landasan filosofis hingga perencanaan yang matang. Landasan filosofis berfungsi menggerakan sedangkan kerumunan bergerak tanpa landasan yang jelas. Kalaulah manusia hanya berduyun-duyun mengarungi zaman, apakah pembangunan akan berjalan? Lebah saja bisa memiliki pemikiran yang sama untuk membangun sebuah sarang, tetapi kenapa manusia sering sulit memiliki visi yang sama untuk membangun bersama. Mari kita renungkan kembali tujuan kita hidup saling berdampingan...
Selamat datang di blog pribadi ayomembangundesa.blogspot.com. Tempat untuk kita berbagi cerita.