Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Meredam Konflik Masyarakat Industri Pedesaan

Industrialisasi pedesaan menjadi suatu keniscayaan yang tidak bisa kita tolak lagi.   Industrialisasi tidak melulu merusak lingkungan dan membuat kesemrawutan kehidupan bermasyarakat. Itu hanya sebagian dari efek negatif. Apabila dikelola dengan baik, indsutri di pedesaan dapat menyesuaikan dengan kondisi di sekitarnya. Jika suatu daerah melimpah akan bahan pangan maka industri pangan perlu kiranya dibangun di sana. Jika suatu wilayah melimpah akan bahan tambang maka industri pertambangan perlu kiranya dibangun di sana. Mengapa? Karena pembangunan harus cepat dilakukan mengingat persaingan ekonomi global, apabila kita tidak ingin selalu menjadi negara konsumen. Banyak data yang membuktikan bahwa bangsa produsenlah yang mampu bertahan dalam percaturan dunia. Tulisan ini tidak akan membahas panjang lebar arti penting industrialisasi desa. Insya Alloh, di kemudian hari akan saya tulis. Dalam tulisan ini   saya akan coba memaparkan salah satu hal yang mungkin terjadi keti...

Mendefinisikan Arah Pembangunan Pedesaan

Di media massa saya memperhatikan isu yang cukup sering diangkat, yakni Rancangan Undang-undang Desa. Saya melihat bahwa pembangunan pedesaan sangat mendesak dan tidak bisa ditunda-tunda lagi. Namun, apakah warga desanya sendiri sudah siap dengan pembangunan yang 'dipaksakan' oleh pusat. Jangan-jangan keinginan untuk membangun desa itu hanya pemerintah pusat, politisi  dan para praktisi ekonomi. Bisa jadi warga desa sendiri tidak 'ngeh' dengan pembangunan yang dimaksud oleh para elit. Sebagaimana yang saya perhatikan, warg desa cenderung pasif apabila dihadapkan pada pembangunan daerahnya. Warga desa lebih suka mengikuti saja apa yang ada. Mengalir. Mungkin, ketertinggalan desa tidak hanya disebabkan oleh minimnya perhatian pemerintah pusat akan pembangunan pedesaan tetapi bisa jadi karena warga desa sendiri belum bisa mendefinisikan arah pembangunannya. Warga desa seperti 'kebingungan' untuk menentukan apa kebutuhan dan keinginan mereka akan desanya di mas...

Kekuatan untuk Mengatasi Masalah

Ketika menjalankan kehidupan bermasyarakat, sudah menjadi hal yang lumrah apabila kita menghadapi permasalahan. Permasalahan yang timbul adalah bagian dari dinamika untuk menjadikan kehidupan kita lebih baik lagi. Justru dengan datangnya permasalahan, akan membuat kita menjadi lebih dewasa dalam berpikir dan bijaksana dalam bertindak. Timbulnya masalah juga turut serta menjadi bahan pembelajaran bagi kita untuk terus memperbaiki diri. Berbagai inovasi biasanya datang dari permasalahan yang timbul. Sebagai contoh, ketika kita mengalami kesulitan untuk memasarkan produk pertanian di pedesaan maka seorang petani akan mencari cara bagaimana produknya dapat sampai ke tangan konsumen. Nalurinya akan menuntun menuju proses pemecahan masalah dengan berpikir berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. Ada banyak diantara kita yang kesulitan menghadapi permasalahan baik yang bersifat pribadi ataupun kelompok. Dengan kesulitan itu, banyak yang enggan untuk menyelesaikannya. Akhirnya, permasalahan...

Berpikir Kreatif, Harus!

Berpikir kreatif adalah proses psikologis untuk selalu menemukan hal-hal baru di sekitar kita. Bagaimana prosesnya tidak saya ceritakan di sini. Hal yang akan kita bicarakan di sini adalah bagaimana berpikir kreatif itu harus ada dalam pikiran orang desa, kenapa? Sebenarnya semua orang harus punya pikiran kreatif. Membuat, menemukan, mencipta atau memodifikasi yang sudah ada. Kurang lebih begitulah. Berpikir kreatif merupakan cara berpikir manusia pembangunan. Tanpa pemikiran ini warga desa hanya akan menjaidi pengikut dari apa yang sudah ada, tanpa perubahan. Celakanya, jika tidak berpikir kreatif warga desa hanya akan menjadi objek pembangunan bukan subjek pembangunan, tidak bisa menentukan nasibnya sendiri. Secara kasat mata adakah bedanya orang yang berpikir kreatif dengan yang tidak? Tentu. Lihat saja bagaimana para petani yang selalu memperbaiki cara mereka bercocok tanam. Ada juga yang selalu ‘bertahan’ dengan cara-cara lama. Tidak ada kemauan untuk lebih baik dan leb...

Alam, Sumber Kekuatan Membangun Negeri

Laksana disulap, sekitar delapan puluh tahun lalu negeri Arab merupakan gurun pasir yang gersang dan melarat, diperintah oleh sheikh-sheikh dan sultan-sultan kecil. Kini Saudi Arabia diperintah oleh keluarga terkaya di dunia dan menguasai pasaran uang internasional. Bumi padang pasir menganugerahinya dengan sumber-sumber minyak yang disedot tiada habisnya. Buku Kerajaan Petrodollar Saudi Arabia mengisahkan fakta-fakta yang membuat sejarah: sejak Abdul Aziz Ibnu Saud bangkit menjadi pahlawan padang pasir; Raja Faisal yang berani menghantikan ekspor minyak sehingga negeri-negeri Barat kalangkabut; usaha modernisasi pendidikan; sampai Adnan Kashogi sebagai simbol saudagara milyuner Arab dengan 50 perusahaan besarnya yang tersebar di seluruh dunia. Robert Lacey, penulis buku ini, selama empat tahun berkelana di sana, bergaul dengan para pangeran dan pengembala onta, saudagar-saudagar internasional dan ulama, di istana-istana yang gemerlapan dan di kemah-kemah padang pasir. Robert L...

Rumah yang Produktif

Mengapa sebuah bangsa bisa bangkit? Pertanyaan itu memang terdengar begitu berat untuk dijawab. Tetapi, tentu saja sebagai warga desa kita tidak harus berusaha terlalu keras untuk menjawabnya. Ada hal sederhana untuk bisa menjawab pertanyaan itu. Salah satunya_ dan yang paling mungkin_ adalah dengan memulainya dari rumah kita. Caranya? Jadikan rumah kita sebagai rumah yang produktif . Menciptakan kultur produktifitas pada suatu masyarakat dapat dimulai dari rumah. Kultur produktifitas ini menjadi jalan manusia untuk bangkit menuju kemakmuran hidup. Kemakmuran hidup setiap orang secara individu memang berbeda. Untuk itu, setiap orang bisa mendefinisikan kemakmurannya masing. Ingin seperti apa dia nanti di masa depan dan bagaimana meraihnya setiap orang harus bisa menjabarkannya. Apabila gambaran masa depan itu sudah ada, maka selanjutnya kita bisa menggambarkan rumah yang diidamkan. Tentu saja, rumah kita tidak saja berfungsi sebagai tempat tinggal saja tapi juga bisa sebagai...