Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2012

Teknologi untuk Memudahkan Kerja

Manusia diciptakan dengan akal untuk digunakan berpikir. Setiap pekerjaan yang dilakukan manusia lahir dari proses berpikir sebagai upaya untuk bertahan hidup. Proses berpikir ini menghasilkan banyak barang dan jasa yang bisa digunakan bahkan diperjualbelikan. Dari proses itu lahirnya interaksi yang saling menguntungkan. Menguntungkan adalah kata kunci dari alasan manusia untuk berpikir. Jika tidak menguntungkan dirinya atau lingkungannya maka manusia sepertinya malas untuk berpikir. Hasil dari sebuah pemikiran akan terasa menguntungkan jika diimplementasikan dalam kehidupan keseharian suatu individu atau masyarakat. Teknologi sebagai salah satu  buah pikir manusia akan terasa manfaatnya karena diterapkan. Teknologi sesederhana apapun itu, ternyata sangat membantu manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Misalnya, teknologi pertanian yang terus berkembang dari zaman ke zaman telah banyak membantu untuk menyediakan bahan pangan. Jika dulu hanya menggunakan cangkul maka se...

Bagaimana Para Petani Berpikir

Saya berdiskusi dengan Bapak saya di rumah tentang bagaimana cara berpikir petani. Saya mengatakan kepada beliau bahwa saya kurang mengerti bagaimana cara petani berpikir. Bahkan, seorang profesor pun tidak mampu menjawab pertanyaan itu. Ada banyak hal yang masih sulit dimengerti apa sebenarnya yang diinginkan para petani supaya mereka lebih maju dan sejahtera. Ada banyak yang berpendapat bahwa cara berpikir para petani yang sulit berkembang karena tingkat pendidikan mereka yang rendah. Namun, tidak sedikit orang yang berpendidikan tinggi justru enggan menjadi petani. Atau, petani dengan tingkat pendidikan setingkat SMA pun tidak menjadi mereka bisa berkembang. Apakah tinggi atau rendahnya pendidikan tidak mempengaruhi cara berpikir seseorang?