Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Peran Lembaga Usaha sebagai Pengontrol Kondisi Sosial di Pedesaan

Permasalahan sosial akan selalu saja ada dimanapun kita berada. Entah itu masalah kemiskinan, kebodohan dan sebagainya, maka permasalahan sosial menjadi keseharian yang menarik untuk dibicarakan kemudian dicari penyelesaiannya. Ketika negeri ini menerapkan berbagai cara untuk mengawasi kehidupan warganya, maka ada sisi kelemahan dari peran Pemerintah. Dalam situasi ekonomi tidak menentu seperti sekarang, warga lebih 'mendengarkan' pihak-pihak yang bisa memenuhi kebutuhan mereka. Sebagai warga negara, kita tidak bisa terus 'menyalahkan' pemerintah ketika permasalahan sosial terus muncul ke permukaan. Justru, kita bisa membantu Pemerintah mengisi kekosongan peran pemerintah itu. Peran warga masyarakat dalam pengendalian sosial bisa diwujudkan dengan membentuk suatu lembaga yang bisa menyelesaikan permasalahan sosial tersebut. Saya menyarankan untuk menjadikan lembaga usaha/bisnis sebagai institusi yang bisa memimpin masyarakat dalam upaya pengendalian sosial. Saya tida...

Menakar Semangat Belajar Remaja di Pedesaan

Pada tulisan ini, saya ingin mencoba untuk mengira-ngira seperti apa semangat belajar para remaja siswa SMP dan SMA di pedesaan. Apakah semangat belajar mereka ada hubungannya dengan cita-cita yang tertanam dalam dirinya. Lalu, bagaimana lingkungan pedesaan turut mempengaruhi semangat belajar mereka. Sesuai judul di atas, agaknya sulit untuk menakar semangat belajar remaja di pedesaan. Perlu ada penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar semangat mereka untuk belajar. Hanya saja, secara kasat mata kita bisa tahu bahwa remaja mengalami penurunan semangat belajar mereka. Sepertinya, orientasi sekolah sudah bukan lagi tempat untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya tetapi sebagai tempat untuk 'mengisi waktu' semata. Secara kasat mata, remaja kita menganggap belajar adalah aktifitas yang melelahkan dan tidak menarik. Meskipun tidak semuanya begitu, masih banyak remaja kita yang tidak suka sekolah. Pertanyaannya, apakah mereka benar-benar tidak ingin belajar atau mere...

Ketika Investor Enggan Membuka Usaha Padat Karya

"Buruh tahunan setiap bangsa merupakan kekayaan yang pada mulanya memasok bangsa dengan segala kenyamanan hidup yang diperlukan." ( Adam Smith, Wealth of Nations dalam ML  Jinghan ) Penduduk yang bertambah tidak disambut sebagai sumber pembentukan modal. Mungkin itulah yang persepsi masyarakat kita dalam menanggapi pertambahan penduduk. Malahan investor sepertinya tidak menganggap sumberdaya manusia ini sebagai modal malahan menjadi 'sumber permasalahan' bisnis yang tidak kunjung selesai. Tren investasi saat ini sudah beralih kepada investasi non-produktif. Para pemilik modal lebih suka berinvestasi di bursa saham, properti, logam mulia dan jasa keuangan lainnya. Para pemegang modal sepertinya kurang tertarik untuk menanamkan modalnya pada usaha padat karya karena resiko yang dianggap tinggi. Pola investasi ini ternyata berpengaruh kuat pada lapangan kerja dimana jarang dibukanya lapangan kerja baru. Dalam perekonomian kita, investor layaknya sebagai 'p...

Penduduk Bertambah, Industri Pun Bertumbuh

Kekhawatiran akan bertambahnya penduduk tidak bisa diimbangi dengan bertambahnya lapangan kerja, ternyata tidak berlaku bagi Ibnu Kholdun. Beliau menerangkan bahwa suatu pemerintahan yang baik, dengan memajukan industri, bisa menambah jumlah penduduknya dan memperbesar kekayaannya . [1] Suatu keniscayaan, bahwa penduduk bumi akan terus bertambah dari waktu ke waktu meskipun dengan laju pertumbuhan yang melambat. Begitu pun penduduk desa, jumlahnya akan terus bertambah seiring dengan berkembangnya peradaban manusia. Mungkin luput dari perhatian, pertambahan ini akan menimbulkan permasalahan apabila tidak dikelola dengan baik. Warga desa akan mengalami imbas negatif dari bertambahnya jumlah penduduk ini seperti minimnya lapangan kerja, penyempitan lahan untuk pemukiman, ketiadaan sarana kesehatan dan sebagainya. Untuk itu, warga desa perlu memikirkan situasi ini jauh-jauh hari. Warga desa perlu perencanaan yang baik dalam mengelola sumberdaya manusianya. Hal krusial yang paling sens...