Manusia désa senantiasa terhubung dengan manusia désa lainnya. Sayangnya, kita sering lupa untuk terhubung dengan ruang . Ada banyak alasan kenapa hal demikian terjadi. Bisa jadi, sikap guyub bukan hadir karena alasan kemanusiaan. Sikap guyub warga sekedar keinginan untuk diperhatikan oleh manusia lain. Manusia désa semata menjadi kumpulan warga-warga yang berdomisili dalam satu kawasan. Padahal, keterhubungan kita terjadi karena adanya ikatan batiniah sesama makhluk Tuhan . Saya curiga, jika sesungguhnya manusia désa pun individualis . Kita menjalin hubungan semata karena ada kepentingan . Andaikan tetangga dan saudara tidak bisa memberikan timbal balik, mungkin saja sikap guyub itu pun sirna. Kita merasa dekat bersama orang-orang yang memberikan kita kenyamanan. Apabila orang-orang terdekat kita tidak memberikan kenyamanan, masih maukah kita hidup berdampingan? Nah , fokus perhatian seseorang kepada orang lainnya inilah yang mengesampingkan perhatian kepada ruang. ...
Selamat datang di blog pribadi ayomembangundesa.blogspot.com. Tempat untuk kita berbagi cerita.