Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Peran Industri dalam Rekayasa Sosial di Pedesaan

Perlukah Kondisi Sosial Direkayasa? Disengaja atau tidak, kondisi sosial selalu berubah. Hanya saja kita sebagai anggota masyarakat sepertinya tidak bisa menerka kemana arah perubahan. Terkadang, hanya gejala dari perubahan itu yang nampak di permukaan. Perubahan dianggap baik jika menguntungkan atau menghasilkan dampak positif. Sebaliknya, dianggap jelek  jika dianggap merugikan atau berdampak negatif. Perubahan seperti itu lebih banyak ditolak oleh warga. Perubahan akan kondisi dari aman menjadi tidak aman adalah salah satu contoh perubahan itu. Banyak orang tua yang mengeluhkan kondisi sosial di desanya saat ini. Bila dibandingkan masa lalu, desa dianggap lebih bisa membawa kenyamanan bagi warganya. Dari sisi spiritual, warga desa bisa terpenuhi kebutuhannya. Walaupun dari sisi finansial belum maksimal, tetapi 'kesederhanaan' cara hidup orang desa mengantarkan desa pada situasi yang menenangkan. Untuk menjawab keluhan itu, saya berpikir bahwa perlu adanya rekayasa sos...

Pembangunan Masyarakat Desa (Bagian 2)

Strategi PMD Setuju atau tidak, dikelola atau dibiarkan saja, perubahan sosial pasti akan terjadi. Hal itu juga terjadi walaupun dalam masyarakat tradisional yang dianggap statis. Sebab tidak ada yang tidak berubah di kolong langit ini. Hanya saja kemana, bagaimana arah perubahan itu dan adakah yang mengelola secara cermat perubahan itu, merupakan masalah. Sebaliknya, perubahan sosial yang dikelola lewat inovasi tertentu misalnya di bidang pertanian, kesehatan (keluarga berencana dan lain-lain) belum tentu akan terwujud dampak positipnya saja. Dari hasil studi di beberapa negara tentang inovasi yang dihajatkan untuk peningkatan taraf hidup warga masyarakat terjadi hal-hal yang tidak diduga-duga. Pengenalan mesin uap yang mengakibatkan Revolusi Industri I di Barat telah menimbulkan berbagai dampak antara lain meningkatnya pengangguran, sirnya home industri . Pengenalan roda kepada masyarakat Indian di Amerika Serikat telah mematikan unsur budaya tertentu yaitu menurunnya usaha ke...

Pembangunan Masyarakat Desa (Bagian 1)

Tidak mudah menentukan definisi manakah yang paling cocok dalam mengambil pengertian pembangunan masyarakat desa pada suatu negara. Banyak yang mengidentifikasikan bahwa pembangunan masyarakat desa sebagai usaha-usaha perbaikan setempat yang bisa dicapai dengan keinginan masyarakat untuk bekerja sama (T.R. Batten, 1957). Oleh karena itu setiap bangsa memiliki ideal tertentu mengenai pembangunan masyarakat desa yang diidam-idamkannya. Idaman tersebut dapat kita perhatikan secara eksplisit atau inplisit dalam falsafah negara, undang-undang dasar negara bersangkutan. Sering terdapat berbagi bentuk dan variasi wajah masyarakat dalam lingkungan suatu negara terntentu, walaupun telah diikat oleh persamaan filsafat/keyakinan hidup, ekologi lingkungan yang relatif sama dan sosial budaya yang berasal dari muara yang sama pula. Berdasarkan uraian di atas maka tidak heran jika terdapat bermacam pengertian tentang pembangunan masyarakat desa. Pengertian Pembangunan Masyarakat Desa Pembangun...

Masa Tua Bahagia di Desa

Perbandingan populasi orang tua dengan anak muda di pedesaan memang berbeda cukup jauh. Ketika anak muda sibuk dengan urbanisasi, maka yang tiggal di desa adalah para orang tua. Hal ini menjadi perhatian saya dimana situasi ini bisa menjadi kurang baik jika desa hanya dijadikan tempat untuk 'mengisi hari tua' saja. Saya menganggap bahwa desa harus menjadi tempat yang dinamis di masa depan, dimana orang tua dan anak muda saling bergotong royong untuk membangun desa. Untuk itu, desa harus dibuat sedemikian rupa supaya 'prospektif' bagi segala usia. Desa bisa menjadi tempat yang ideal untuk mencari pendapatan juga desa menjadi tempat yang ideal untuk peristirahatan. Mulai saat ini, sebaiknya desa dipersiapkan menjadi tempat yang yang bisa memberikan kebahagiaan bagi segala usia. Jika begitu, anak muda sekarang bisa mengisi hari tuanya nanti dengan kebahagiaan pula. Caranya, dengan mempersiapkan segala infratruktur yang baik dimana desa menjadi tempat tinggal yang aman...

Mengembangkan Hobi, Perlukah?

Anggapan orang tentang hobi memang berbeda-beda. Ada yang menganggap bahwa hobi hanyalah cara orang untuk membuang-buang waktu. Tetapi, ada juga yang menganggap adalah hobi adalah bagian terpenting dalam hidupnya. Bagaimana kita menganggap arti penting sebuah hobi, memang berpengaruh pada bagaimana kita memanfaatkan hobi itu. Banyak orang yang menganggap hobi hanyalah sekedar hobi. Ada juga yang menjadikan hobi itu sebagai jalan hidup yang diseriusi. Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan bahwa hobi menjadi salah satu cara kita untuk mengembangkan kreatifitas. Bagi anak-anak hobi adalah bagian dari pendidikan mental. Bagi orang dewasa, hobi bisa menjadi terapi bagi jiwa yang penuh dengan tekanan lingkungan. Dengan mengembangkan hobi, pikiran menjadi lebih jernih sehingga kita lebih siap kembali kepada rutinitas kerja atau sekolah. Anak-anak harus diajari untuk mengembangkan sedikitnya dua hobi  __satu, hobi mengumpulkan, yang lain, hobi kreatif. Saya yakin bahwa variasi h...

Memprediksi Situasi Masa Depan Anak-anak

Zaman terus mengalami perubahan.  Situasi dunia memang sulit untuk diprediksi. Tanpa adanya pengetahuan yang cukup, warga desa sulit mengimbangi kemajuan yang sedang terjadi. Ada kebingungan yang sedang dialami orang desa dengan keluguannya. Dalam kondisi kebingungan itu, banyak diantaranya yang 'coba-coba' untuk meniru kesuksesan orang kota. Anak-anak mereka dibekali pendidikan setinggi mungkin namun terkadang belum bisa mendefinisikan arti penting pendidikan bagi anak-anak. Orang desa masih 'berjudi' dengan masa depan anaknya. Bahkan, banyak orang tua di desa-desa tidak tahu betapa banyak profesi baru bermunculan dan banyak pula profesi lama yang terhapus masa. Terkadang, perubahan itu tidak disadari oleh kebanyakan orang tua. Anak-anaknya terus disuruh untuk belajar tanpa diberikan pemahaman 'untuk apa mereka belajar'. Minimnya akses informasi membuat orang tua justru merasa khawatir akan masa depan anak-anaknya. Banyak orang tua tidak menyadari jikalau za...

Si Teoritis Vs. Si Praktis : Cara untuk Menentukan Tujuan Pembangunan

Sumber : tumbas-buku.blogspot.com Warga desa saat ini mulai menjadi warga yang heterogen dalam artian ada berbagai macam karakter orangnya. Jika dahulu didominasi oleh petani, saat ini warga desa sudah berlatar belakang pedagang, karyawan pabrik, PNS dan sebagainya. Latar belakang warga secara langsung sangat mempengaruhi cara berpikirnya. Banyaknya karakter orang desa tersebut turut serta mempengaruhi pola pembangunan desa itu sendiri. Hal yang paling terlihat dan terasa adalah bagaimana tujuan pembangunan di desa itu ditetapkan. Karena perbedaan cara berpikir itu, lahirlah berbagai cara warga menentukan masa depannya yang tentu saja bisa berbeda. Akan ada perbedaan pendapat dalam menentukan suatu rencana atau aplikasi dari rencana yang sudah dibuat. Untuk bisa mengakomodir berbagai cara berpikir itu, kita harus paham pula cara berpikir masing-masing orang. Tetapi, karena banyaknya orang kita hanya bisa membedakan  mereka secara garis besarnya saja. Dalam menentukan tujua...

Kurikulum Pemecahan Masalah

Sumber : gurupembaharu.com Darimana Datangnya Keinginan untuk Memecahkan Masalah Awalnya saya tidak paham kenapa selalu memikirkan banyak hal. Ada banyak masalah kehidupan yang membuat saya penasaran. Rasa penasaran itu begitu 'mengganggu' pikiran. Ketika belum ada jawabannya, saya terus mencari bahkan dengan resiko harus menginvestasikan waktu, tenaga dan uang lebih besar dari biasanya. Ketika berada dalam kesendirian, terbayang sesuatu yang menjadi pertanyaan saya, kenapa hal ini dan itu terjadi? Kenapa begini? Kenapa begitu? Bagaimana memecahkan persoalan ini dan itu? Dan sebagainya. Bertahun-tahun saya mencoba untuk memahami cara berpikir saya sendiri. Lalu, akhir-akhir ini saya mulai tahu bahwa ternyata saya termasuk orang yang suka memecahkan masalah. Karakter itu terbentuk begitu lama. Perasaan tidak puas akan apa yang sudah didapat semakin menguatkan karakter itu. Saya lebih tertarik belajar dengan otodidak dibandingkan mengikuti pola pendidikan formal yang s...