Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2013

Berpikir Kreatif, Harus!

Berpikir kreatif adalah proses psikologis untuk selalu menemukan hal-hal baru di sekitar kita. Bagaimana prosesnya tidak saya ceritakan di sini. Hal yang akan kita bicarakan di sini adalah bagaimana berpikir kreatif itu harus ada dalam pikiran orang desa, kenapa? Sebenarnya semua orang harus punya pikiran kreatif. Membuat, menemukan, mencipta atau memodifikasi yang sudah ada. Kurang lebih begitulah. Berpikir kreatif merupakan cara berpikir manusia pembangunan. Tanpa pemikiran ini warga desa hanya akan menjaidi pengikut dari apa yang sudah ada, tanpa perubahan. Celakanya, jika tidak berpikir kreatif warga desa hanya akan menjadi objek pembangunan bukan subjek pembangunan, tidak bisa menentukan nasibnya sendiri. Secara kasat mata adakah bedanya orang yang berpikir kreatif dengan yang tidak? Tentu. Lihat saja bagaimana para petani yang selalu memperbaiki cara mereka bercocok tanam. Ada juga yang selalu ‘bertahan’ dengan cara-cara lama. Tidak ada kemauan untuk lebih baik dan leb...

Alam, Sumber Kekuatan Membangun Negeri

Laksana disulap, sekitar delapan puluh tahun lalu negeri Arab merupakan gurun pasir yang gersang dan melarat, diperintah oleh sheikh-sheikh dan sultan-sultan kecil. Kini Saudi Arabia diperintah oleh keluarga terkaya di dunia dan menguasai pasaran uang internasional. Bumi padang pasir menganugerahinya dengan sumber-sumber minyak yang disedot tiada habisnya. Buku Kerajaan Petrodollar Saudi Arabia mengisahkan fakta-fakta yang membuat sejarah: sejak Abdul Aziz Ibnu Saud bangkit menjadi pahlawan padang pasir; Raja Faisal yang berani menghantikan ekspor minyak sehingga negeri-negeri Barat kalangkabut; usaha modernisasi pendidikan; sampai Adnan Kashogi sebagai simbol saudagara milyuner Arab dengan 50 perusahaan besarnya yang tersebar di seluruh dunia. Robert Lacey, penulis buku ini, selama empat tahun berkelana di sana, bergaul dengan para pangeran dan pengembala onta, saudagar-saudagar internasional dan ulama, di istana-istana yang gemerlapan dan di kemah-kemah padang pasir. Robert L...

Rumah yang Produktif

Mengapa sebuah bangsa bisa bangkit? Pertanyaan itu memang terdengar begitu berat untuk dijawab. Tetapi, tentu saja sebagai warga desa kita tidak harus berusaha terlalu keras untuk menjawabnya. Ada hal sederhana untuk bisa menjawab pertanyaan itu. Salah satunya_ dan yang paling mungkin_ adalah dengan memulainya dari rumah kita. Caranya? Jadikan rumah kita sebagai rumah yang produktif . Menciptakan kultur produktifitas pada suatu masyarakat dapat dimulai dari rumah. Kultur produktifitas ini menjadi jalan manusia untuk bangkit menuju kemakmuran hidup. Kemakmuran hidup setiap orang secara individu memang berbeda. Untuk itu, setiap orang bisa mendefinisikan kemakmurannya masing. Ingin seperti apa dia nanti di masa depan dan bagaimana meraihnya setiap orang harus bisa menjabarkannya. Apabila gambaran masa depan itu sudah ada, maka selanjutnya kita bisa menggambarkan rumah yang diidamkan. Tentu saja, rumah kita tidak saja berfungsi sebagai tempat tinggal saja tapi juga bisa sebagai...

Rumah untuk Menyambut Penambahan Penduduk

Pertumbuhan jumlah penduduk suatu keniscayaan. Perlu ada upaya untuk menyambutnya. Banyak hal yang sudah dilakukan Pemerintah seperti menyiapkan sarana pendidikan, kesehatan, transportasi dan sebagainya. Itu saja tidak cukup. Harus ada peran masyarakat   sejak saat ini. Yang paling pertama, menyiapkan pemukiman yang bisa menampung banyak orang. Dimulai dari merencanakan bagaimana tipe rumah yang akan dibangun. Merencanakan rumah sejak saat ini sama pentingnya dengan merencanakan pendidikan seseorang. Terkadang, banyak orang yang kurang menganggap penting perencanaan rumah yang baik karena belum adanya dana atau sekedar berpikir asal ada saja. Padahal, rumah yang akan ditempati menjadi tempat bermukim hingga beberapa generasi kedepan. Rumah menjadi ciri adanya peradaban. Kemajuan peradaban manusia dapat dilihat dari rumah yang dibangunnya. Makanya, membangun rumah adalah sama dengan membangun peradaban. Kemajuan ilmu pengetahuan membawa manusia untuk menjadikan hidupnya l...

Berpikir Seperti Quaker

Kaum Quaker _yang selalu bertopi panjang_ di Amerika memiliki peranan yang sangat penting dalam kemajuan negaranya. Mereka adalah para pengusaha yang menggerakan perekonomian Amerika di abad 19. Apa yang ada dalam pikiran mereka untuk membangun sebuah negara adidaya? Andrew Carnegie salah satu contohnya. Carnergie dan Era Baja "Diatas kesakralan properti, peradaban bergantung", begitulah yang dikatakan Andrew Carnegie (1889) seorang pengusaha asal Amerika   abad ke-19. Andrew Carnegie sangat berperan dalam pesatnya kemajuan produksi baja. Carnegie datang dari Skotlandia saat ia masih bocah berumur 12 tahun. Ia memulai kariernya dengan bekerja sebagai seorang pesuruh di pabrik kapas, yang kemudian berlanjut dengan menjadi karyawan di sebuah kantor   telegraf fan di perusahaan Pennsylvania Railroad.   Pada tahun 1856, ketika umurnya belum mencapai 30 tahun, ia sudah melakukan investasi yang sangat pintar dan berpandangan jauh ke depan . Ia berkonsentrasi pada b...