Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Transformasi Ekonomi Perdesaan

Salah satu hal yang paling krusial dalam transformasi ekonomi adalah adalah bagaimana memperluas pilihan masyarakat perdesaan dalam mencapai kesejahteraan hidupnya. Industrialisasi di perkotaan dan urbanisasi selama ini dan hingga beberapa dekade ke depan tidak dapat menjadi andalan transformasi ekonomi, mengingat telah terjadinya overurbanisasi di banyak kawasan perkotaan, utamanya kota metropolitan dan kota-kota besar lainnya. Oleh karenanya transformasi perdesaan harus berlangsung secara signifikan. Transformasi di perdesaan berlangsung melalui dua perspektif. Dari perspektif struktur ekonomi, kawasan perdesaan harus mampu menumbuhkan penyerapan tenaga kerja di sektor offfarm terutama melalui melalui pengembangan bioindustri perdesaan beserta sektor-sektor agro services dan kegiatan usahatani lainnya. Dari perspektif petani, diperlukan adanya transformasi petani di kawasan perdesaan, dari sosok petani yang dominan bekerja hanya bercocok tanam on-farm s...

Hasrat Berkelompok, Modal Tak Ternilai Bagi Warga Desa

Dalam hubungan kemasyarakatan, ada modal yang tidak ternilai dimana bisa memperkokoh gerakan roda perekonomian dan sosial. Modal tersebut harus dipelihara demi kepentingan bersama. Hasrat ingin berkelompok Didalam hubungan antara manusia dengan manusia lain, yang paling penting adalah reaksi yang timbul sebagai akibat hubungan-hubungan tadi. Reaksi tersebutlah yang menyebabkan tindakan seseorang menjadi bertambah luas. Sejak dilahirkan manusia sudah mempunyai dua hasrat atau keinginan, yaitu: pertama, Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain yang berada disekelillingnya (yaitu masyarakat). kedua, Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam di sekelilingnya. [1] Syarat disebut kelompok sosial Setiap himpunan manusia bisa dinamakan kelompok sosial dengan beberapa syarat: Pertama, Setiap anggota kelompok tersebut harus sadar bahwa dia merupakan sebahagian dari kelompok yang bersangkutan,  Kedua,    Ada sehubungan timbal balik antar...

Manajemen Sumber Daya Manusia : Pendekatan Sistem Sosial

Pendekatan sistem sosial Pendekatan ini berkembang mengikuti perkembangan aliran pemikiran yang semakin menghendaki perlakuan yang kebih manusiawi bagi para karyawan dalam suatu organisasi, seperti aliran Behavior Revisionist (1955-1970) dan Era Kesejahteraan (1930-sekarang). Dalam masa perkembangan ini, makin disadari bahwa pengelolaan SDM dalam organisasi bukanlah suatu proses yang sederhana. Banyak faktor yang mempengaruhi baik yang bersifat internal maupun yang bersifat eksternal. Oleh karena itu manajemen SDM harus ditempatkan sebagai suatu sistem sosial yang berada di dalam dan menjadi sub-sistem dari pendekatan sistem manajemen. Dalam pendekatan ini, maka falsafah manajemen yang digunakan adalah contingency management . [1] Kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial Setiap manusia mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhinya, yang antara lan adalah kebutuhan yang berkaitan dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial , seperti kebutuhan akan penghargaan, kebutuhan akan rasa...