Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Keengganan Mendirikan Usaha: Keengganan Memimpin

Ada suatu realita unik dalam masyarakat kita, dimana banyak orang yang memiliki modal namun enggan untuk mendirikan usaha. Begitu banyak alasan yang bisa dikemukakan atas situasi yang sedang terjadi. Berawal dari bagaimana seseorang berpikir. Cara pandang sebagian anggota masyarakat akan berwirausaha turut serta menjadikan mereka enggan untuk mendirikan perusahaan, meskipun secara finansial mereka mampu. Pada kesempatan ini saya akan menilai pada satu aspek saja yakni bagaimana masyarakat kita menganggap arti penting pemberdayaan diri pribadi dan lingkungannya . Pemberdayaan diri tentu saja erat kaitannya dengan sikap percaya diri dan yakin akan kemampuan dirinya sendiri. Orang-orang yang berdaya bukanlah orang yang inferior _atau rendah diri_. Saya curiga sikap inferior masih menjangkiti sebagian masyarakat. Begitu banyak ketertinggalan yang dialami belum mampu untuk dikejar. Sikap inferior ini tentu saja bisa memberikan penilaian negatif terhadap kemampuan diri sendiri. Berk...

Pola Pembangunan Para Konglomerat

"Diatas kesakralan properti, peradaban bergantung." (Andrew Carnegie, 1889) Hal yang menarik untuk dicermati, bagaimana para konglomerat menjalankan bisnisnya. Namun, hal yang harus pertama kita ketahui adalah 'apa yang ada di pikiran para konglomerat ini'. Hanya saja, kita tidak punya cara untuk mengetahui isi pikiran mereka. Mengetahui pola pembangunan kehidupannya adalah hal yang paling mungkin dilakukan. Para konglomerat ini mempunyai peranan kunci dalam proses pembangunan masyarakat. Untuk kepentingan ilmu pengetahuan, sebaiknya kita tidak perlu menilai para konglomerat sebagai 'pribadi yang serakah'. Pemikiran picik itu datang karena kita tidak bisa menerima 'jasa' mereka sebagai lokomotif pembangunan. Sosok-sosok kreatif seperti mereka masih diperlukan di era modern seperti sekarang ini. Terlepas dari kontroversi yang mungkin timbul, alangkah baiknya jika kita bisa mengambil pelajaran penting dari apa yang telah mereka lakukan. Carneg...

Intuisi untuk Membangun

Secara naluriah manusia menginginkan adanya perubahan dalam hidupnya ke arah perbaikan. Demi mempertahankan eksistensi dirinya, manusia terus menerus berpikir bagaimana menjadikan kehidupan di sekelilingnya menuju ke arah kemajuan. Warga desa memang perlu adanya keinginan untuk membangun. Entah darimana perasaan itu datang. Mungkin, Alloh memberikan sebagian karunianya kepada kita berupa petunjuk untuk menjadikan lingkungan kita menjadi lebih berkembang. Sebagai warga desa, semestinya kita tidak perlu bingung bagaimana masa depan desa kita. Sebenarnya, sudah ada cara bagaimana menata masyarakat pedesaan yang tertera dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Hanya saja, perlu adanya keinginan untuk terus menggalinya lebih dalam lagi. Sebagai hamba-Nya, kita dikaruniai ilmu pengetahuan dalam berbagai aspek. Diantara ilmu pengetahuan itu adalah ilmu teknis dan non-teknis mengenai kehidupan di desa kita. Para petani, mereka punya ilmu untuk bertani. Para tukang kayu, mereka punya ilmu untuk ...

Perencanaan Sosial

Perencanaan sosial ( social planning ) pada dewasa ini menjadi ciri yang umum bagi masyarakat-masyarakat yang sedang mengalami perubahan-perubahan atau perkembangan. Sebenarnya perencanaan sosial yang bertujuan untuk melihat jauh ke depan telah ada sejak dahulu dan telah pula dipikirkan oleh para sosiolog . Auguste Comte misalnya, berpendapat bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk melihat jauh ke depan serta mengendalikan tujuannya. Pernyataan tadi kemudian diperkembangkan lebih lanjut oleh Lester F. Ward yang mempergunakan istilah social telesis  untuk menunjuk pada arah yang dituju suatu masyarakat. [1] Menurut sosiologi, suatu perencanaan sosial harus didasarkan pada pengertian mendalam tentang bagaimana kebudayaan berkembang dari taraf yang rendah ke taraf modern dan kompleks dimana dikenal industri, peradaban kota dan selanjutnya . Selain itu harus pula ada pengertian terhadap hubungan manusia dengan alam sekitarnya, hubungan antara golongan-golongan dalam masyarakat ...

Bersahabat dengan Investor Asing

Sumber : google.com Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo berkunjung ke luar negeri untuk menghadiri 3 forum internasional secara berurutan yakni Forum Apec, forum Asean dan forum G-20. Dalam pertemuan tersebut, beliau secara lugas mengundang para investor dari berbagai negara untuk menanamkan dananya di Indonesia pada berbagai sektor. Suatu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa Indonesia sudah masuk ke dalam arena perdagangan bebas dimana investasi asing bisa dengan mudah masuk ke tanah air. Apabila ada yang berminat membuka usahanya di Indonesia maka siapa pun tidak berhak untuk menghalangi. Pemerintah berjanji memberikan berbagai fasilitas yang diperlukan bagi para investor terutama investor yang ingin bergerak di bidang kemaritiman. Saya berpikir bahwa di masa depan kita jangan heran apabila ada pengusaha asing yang bermaksud mendirikan usahanya di desa tempat  tinggal kita. Sebagai warga desa, kita tidak bisa menghalang-halangi orang untuk membuka usahanya. Sebagaim...

Penanggulangan Kerusakan Lingkungan : Penciptaan Lapangan Pekerjaan di Sektor Non-Pertanian

Tekanan penduduk terhadap luas lahan bersumber pada bertambahnya penduduk petani, sedangkan luas lahan tidak bertambah. Akibatnya, nisbah  lahan terhadap petani makin kecil dan pendapatan petani semakin menurun. Nisbah itu dapat diperbesar dengan memperbesar luas lahan atau memperkecil jumlah petani. Di Jawa, luas lahan tidak dapat lagi ditambah tanpa menimbulkan masalah lingkungan, seperti rusaknya hutan. Pilihan yang tinggal ialah memperkecil jumlah petani. Memindahkan petani, misalnya transmigrasi, mempunyai efek demikian. Cara lain ialah untuk menyalurkan petani ke lapangan pekerjaan di sektor non-pertanian di daerah pedesaan . Dalam hal ini jumlah penduduk, dan dengan demikian kepadatan penduduk, tidak berkurang. Akan tetapi, tekanan penduduk terhadap lahan akan berkurang. Sebab, tekanan penduduk terhadap lahan tidak ditentukan oleh jumlah penduduk total, melainkan oleh jumlah petani. Pertanian pada dasarnya adalah usaha pemanfaatan energi matahari melalui proses foto...

Seni Mempengaruhi Massa

Ibnu Saud adalah Penguasa Negeri Arab yang memerintah dengan kepribadiannya yang kuat dan kekuatan tangan kanannya. Seorang pria yang hebat, luar biasa, penuh gairah hidup dan berpengaruh . Seorang raksasa yang terangkat ke luar dari segala kekacauan dan kesengsaraan Gurun Pasir…untuk memerintah. Ibnu Saud, Raja Diraja, agung dan tenang, memerintah Gurun Pasir dengan keadilan dan hukuman-hukuman yang patut dicontoh. Ia telah menorehkan kehendaknya pada masyarakat yang sukar diperintah dalam kerajaannya yang luas. Ia hidup tanpa kemegahan ataupun upacara-upacara. Syeh atau budak; kaya atau miskin, semua mempunyai hak untuk bersilaturahmi di hadapannya; semua disambut sebagai tamunya. Semua datang atas tanggung jawab masing-masing, karena ia berkuasa atas Hidup dan Mati, dan tidak mengenal ampun dalam pengambilan keputusan. Ia duduk di dalam istananya di Mekkah atau di dalam Balai Pertemuannya di Riyadh, dengan jubah Arabnya yang sederhana menutupi tubuhnya; mukanya bagaikan elang d...

Filosopi Hidup 'Cukup', Masih Berlakukah?

Pernahkah kita bertanya, kenapa terjadi banyak 'kemandekan' dalam kehidupan bermasyarakat? Ketika terjadi banyak kemajuan di negeri orang, justru kita tidak mengalami perubahan berarti dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu jawaban dari pertanyaan diatas adalah karena adanya perasaan puas dalam hati dan pikiran kita. Kita merasa tenang dengan apa yang telah didapatkan. Dengan anggapan, bahwa sudah sepantasnya kita bersyukur atas apa yang telah dikaruniakan Tuhan kepada ummat manusia. Hidup berkecukupan seakan menjadi cara hidup paling bijaksana dalam menata kehidupan masa kini dan menyongsong masa depan. Saya tidak bermaksud mengecilkan arti penting hidup sederhana, tetapi saya ingin menegaskan bahwa hidup sederhana bukan berarti hidup 'apa adanya'. Hidup sederhana suatu cara yang ditempuh dengan tidak menghamburkan banyak harta. Sedangkan, hidup apa adanya menperlihatkan gaya hidup orang yang tidak mau berubah menjadi lebih baik lagi. Tidak punya ambisi. Tadi...