Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Membangun Industri Kreatif dari Sekolah

Membangun indsutri kreatif perlu dimulai dari unit terkecil dari masyarakat. Diantaranya, sekolah sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia memiliki peranan sangat penting untuk keberlangungan industri kreatif di masa depan. Industri kreatif perlu dibangun dengan menumbuhkan kreatifitas para pekerjanya. Dan, kreatifitas itu perlu dipupuk sejak dini. Darimana Kreatifitas Datang? Darimanakah kreatifitas itu datang? Itulah pertanyaan yang pertama kali muncul dalam pikiran saya ketika akan menulis artikel ini. Saya mencoba untuk mencari-cari sumber jawaban dari pertanyaan tersebut. Di internet, di buku pun saya mengalami kesulitan untuk mendapatkan jawaban yang 'memuaskan'. Namun, ketika dipikir-pikir ternyata mencari jawaban yang tidak memuaskan adalah awal mula suatu kreatifitas. Ya, ketidakpuasan akan realita di sekitarnya ! Seperti ada desakan dari dalam, kreatifitas itu  muncul begitu saja. Pikiran kita akan membawa pada sesuatu yang 'baru...

Mengolah Informasi dan Menyebarkannya

" Setiap permasalahan tidak akan persis sama, begitupun cara penyelesaiannya. Maka biarkan setiap generasi belajar untuk menyelesaikan permasalahnya sendiri." Mengolah Informasi Kegiatan mengolah informasi merupakan suatu tugas yang 'tidak mudah', apalagi di tengah kekalutan global seperti sekarang ini. Begitu banyak informasi berseliweran di jagat dunia maya dimana kita tidak tahu mana yang relevan dengan situasi yang sedang kita hadapi. Mengolah informasi menjadi pekerjaan 'maha penting' apabila banyak informasi sampah yang dianggap 'penting' bagi sebagian orang tetapi dianggap tidak penting bagi yang lainnya. Mengolah informasi juga begitu krusial ketika ada banyak pihak yang mencoba untuk menguasai informasi. Celakanya, tidak hanya informasi yang sifatnya 'kabar berita' semata tetapi informasi penting mengenai sains dan teknologi yang secara jelas bisa mengubah tatanan kehidupan ummat manusia. Informasi yang dikuasai oleh segelinti...

Indigeneous Learning Styles : Pijakan Indigeneous Science & Technology

Dalam usaha kita membangun desa, perlu ada suatu pola belajar yang dapat menunjang pembangunan pedesaan. Pola belajar itu harus bisa mengenalkan bagaimana menyelesaikan masalah di pedesaan. Dengan begitu, diharapkan ada sumberdaya manusia yang bisa memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi di pedesaan. Indigenous learning styles adalah berupa pendekatan dan strategi dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang tumbuh kembang pada setiap entitas , yang pada umumnya digunakan dalam mempelajari perilaku pembelajaran individual dan kelompok yang menyatu dengan akar budayanya sendiri. Indigenous learning styles dirumuskan dalam : (1) belajar melalui observasi dan imitasi; (2) belajar melalui pengalaman keseharian; (3) belajar melalui coba dan salah ( trial and error);  (4) lebih menekankan pada keterampilan untuk tugas tertentu; (5) lebih menekankan pada kemanusiaan dan hubungan. Sedangkan pengetahuan indegenous memiliki makna yang mencakup : (1) pengetahuan indegeno...

Membangun Desa: Menggunakan Imajinasi atau Teori

Membangun desa memerlukan suatu 'daya khayal' yag tinggi mengenai kondisinya di masa depan. Sebagai warga desa, sangat tidak dianjurkan untuk sekedar duduk termangu dan diam saja menanti sebuah perubahan datang dari luar. Saat ini, model pembangunan pedesaan sangat bergantung pada inisiatif warga desa sendiri. Peran Pemerintah pusat hanyalah sebagai penyedia dana dan mengurus masalah administratif saja. Eksekusinya, warga desa sendiri yang berperan aktif. Peran aktif itu tidaklah datang begitu saja, tetapi diawali dengan ' gambaran ' masa depan yang tertanam dalam pikiran. Permasalahan timbul ketika 'gambaran' itu tidak mempunyai dasar ilmu pengetahuan yang cukup dari warga desa sendiri. Misalnya, seorang Kepala Desa menginginkan membangun pasar tetapi dia tidak mempunyai pengetahuan yang cukup untuk membaca potensi konsumen yang ada di sana. Dilematis, ketika begitu banyak keinginan namun tidak dibarengi dengan dasar pengetahuan yang cukup untuk itu. Lalu,...