Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Budaya Berpikir Masyarakat Desa

Jika berpikir itu permainan, mungkin akan terasa menyenangkan. Sayangnya, saya memperoleh doktrin jika kegiatan berpikir bukanlah bentuk permainan. Berpikir merupakan sesuatu yang serius, dianggap berbeda dengan permainan. Kata permainan identik dengan kesenangan dan membuang-buang waktu. Dalam bayangan, permainan identik dengan sepakbola, catur, atau gim video. Sedangkan berpikir senantiasa identik dengan logika matematika dan hitung-hitungan.   Kegiatan ini bukanlah menjadi bagian dari budaya kami. Entah sejak kapan, masyarakat kami tidak dibentuk oleh prosés berpikir. Bahkan, mendengar kata "berpikir" pun terkesan berat serta jauh dari jangkauan.  Menurut KBBI pengertian berpikir adalah menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu; menimbang-nimbang dalam ingatan. Saya merasa tidak puas dengan pengertian berpikir sebagaimana demikian, belum bisa menguraikan bagaimana prosés berpikir hingga mencapai hasil akhir. Saya pun membuka sebuah artikel da...

Sudah Ada Bahan di Alam, Kreatifitas yang Tidak Ada

Memunculkan kreatifitas ternyata susah. Saya selalu kagum kepada bangsa yang bisa mengubah alam liar menjadi peradaban yang maju. Mereka datang dari tempat yang jauh ke tempat yang tak tersentuh. Awalnya daerah hutan belantara, bertahun-tahun kemudian berubah menjadi kota. Bagaimana caranya semua itu bisa terjadi?  Menurut Napoleon Hill, semua yang terjadi di dunia ini berawal dari pikiran manusia. Saya pun merasa jika perubahan yang terjadi berawal dari dalam pikiran. Masalahnya, bagaimanakah seharusnya kita berpikir agar peradaban itu bisa terwujud? Bagaimanakah seharusnya kita berpikir agar lanskap yang semula tak tersentuh manusia kini menjadi sumber kehidupan yang bermanfaat? Apakah ada hubungannya antara sikap inferior warga desa dengan kreatifitas yang tumpul?  Sebelum kreatifitas muncul, seharusnya kita bertanya kepada diri sendiri, "apa tujuan hidup kita di dunia?" Jika pertanyaan demikian terlalu luas untuk sebuah jawaban, maka kita turunkan dengan menjawab pertanya...