Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2015

Memanfaatkan Budaya Konsumtif

Mengapa Harus Dimanfaatkan? Dalam benak saya, ada pertanyaan kenapa kita harus bisa memahami budaya bangsa lain. Apalagi, saat ini budaya bangsa di berbagai belahan bumi cenderung mengikuti modernisasi. Artinya, budaya bangsa yang bersifat tradisional sudah mulai banyak terkikis oleh pola-pola kekinian. Warga desa, sebagai komunitas yang agak jauh dari pusat peradaban tidak bisa mengikuti modernisasi dengan laju yang cepat. Untuk bisa memahami budaya baru, warga desa juga perlu belajar apa dan bagaimana budaya baru itu muncul. Ketika pemahaman itu ada, maka akan ada sisi positif yang bisa kita jadikan pembelajaran. Diantara budaya baru yang saya maksud itu adalah budaya konsumtif . Dalam situasi industrialisasi, para produsen perlu memahami situasi pasar untuk  menjual produknya. Apalagi, produk yang dihasilkan oleh warga desa tidak bisa dijual begitu saja di pedesaan karena keterbatasan konsumen. Budaya konsumtif ini bisa menjadi peluang untuk memasarkan produk-produk yang ...

Mengelola Isu Lingkungan di Pedesaan

Salah satu perilaku sosial yang melembaga tersebut adalah bagaimana manusia berkelompok dan bermasyarakat, dengan melakukan perubahan-perubahan yang direncanakan, yang kemudian dikenal sebagai aktifitas pembangunan. [1] Mengelola lingkungan juga merupakan bagian dari pembangunan. Apabila kita senantiasa menganggap bahwa pembangunan adalah mendirikan berbagai sarana dan prasarana maka itu tidak tepat. Warga desa jelas memerlukan sarana dan prasarana yang sebelumnya tidak ada. Tetapi, warga desa juga perlu menjaga apa yang telah disediakan oleh Alloh SWT yakni lingkungan tempat kita tinggal. Dalam pengelolaan lingkungan itu, perlu adanya rencana yang jelas atas target apa yang akan dicapai. Permasalahan lingkungan yang muncul, seharusnya harus bisa 'diprediksi' sejak awal. Maka dari itu, sejak awal perlu adanya pengelolaan isu yang baik supaya tidak terjadi simpang siur atas apa yang harus dilakukan. Harus diakui, akan ada hal 'yang dikorbankan' dalam proses pemb...