Langsung ke konten utama

Menjaga Suasana Desa


Suasana desa yang khas harus selalu terjaga meskipun kultur suatu desa bisa berubah. Apabila tadinya desa itu berbasis pertanian kemudian berubah menjadi desa berbasis industri bukan berarti alam sekitarnya harus berubah.

Hewan-hewan yang menjadi pembawa suasana itu harus tetap dilestarikan. Terutama burung yang bisa migrasi ke sana ke mari. Adanya perubahan kontur atau lanskap suatu desa, masih bisa dikunjungi si burung selama mereka nyaman hidup berdampingan dengan manusia.

Kuntul adalah salah satu burung yang bisa hidup berdampingan dengan manusia. Saya membayangkan jika sekitar pemukiman ada danau buatan untuk kehidupan si kuntul. Jika sawah sudah tidak ada maka danau mesti ada sebagai tempat mereka mencari makan dan bersarang.

Kita tidak usah membayangkan jika industrialisasi pedesaan mengubah kehidupan secara keseluruhan. Karena, bagaimanapun manusia industri perlu ditemani oleh teman lamanya yakni hewan-hewan dan tumbuhan.

Jika nanti terpaksa harus membangun pabrik, maka menyediakan sumber makanan bagi burung-burung masih bisa dilakukan. Asalkan, kita masih menganggap mereka sahabat manusia. Burung-burung bukanlah mangsa sebagaimana hewan pemangsa mempersepsikan mereka. Burung-burung harus dijaga.

Saya membayangkan jika di pabrik-pabrik burung-burung itu akan ikut menumpang membuat sarang. Karyawan pabrik memberinya makan di sela-sela kesibukan kerja mereka. Di kawasan industri masih berkeliaran hewan-hewan pemangsa si burung seperti musang dan mereka nyaman ada di sana.

Suasana desa yang sering dirindukan manusia industri masih bisa dinikmati. Dan, di sisi lain kebutuhan akan sumber pendapatan bisa terpenuhi oleh kita yang berhadapan dengan perubahan zaman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kayu Bakar untuk Bertahan Di Tengah Kesulitan

Ketika ktia kelelahan mencari sesuatu yang tidak ada atau jauh dari kediaman, maka melihat ke sekeliling bisa menjadi solusi. Bapa saya akhir-akhir ini rajin membelah kayu-kayu yang tumbuh di sekitar rumah. Untuk bahan bakar, demi menghemat anggaran belanja. Menanak nasi dan memasak air di atas tungku, tidak banyak menggunakan kompor demi usaha penghematan. Ketika banyak orang, sibuk mencari uang untuk membeli kebutuhan rumah tangga maka Bapa saya lebih suka menanam pepohonan. Ketika pohon itu sudah besar, manfaatnya begitu banyak. Salah satu yang saat ini dirasakan adalah kesanggupan kami untuk sekedar bertahan hidup di kala ekonomi sedang tidak baik. Meskipun negara sedang dilanda banyak bencana, kami bisa bertahan demi sekedar makan. Alhamdulillah.

Beternak Kerbau Rawa di Pinggiran Hutan Rawa

  Kerbau Rawa di Kalimantan (Sumber: Antara) Saya punya rencana untuk mengembalikan fungsi lahan kebun sawit menjadi tutupan hutan dengan memanfaatkan peran kerbau rawa. Jika sebelumnya hutan "dikeringkan" untuk ditanami bibit sawit maka harus kembali "dibasahkan" dengan mengalirkan air sungai. Untuk keperluan pupuk dan sumber pendapatan warga maka kerbau rawa bisa menjadi alternatif.  Dalam bayangan pikiran saya, akan ada lahan sawit yang tidak produktif lagi karena faktor usia tanaman. Dalam keadaan demikian, waktu yang tepat untuk segera mengembalikan fungsi hutan. Namun, saya tahu ini bukanlah usaha yang mudah. Penduduk akan lebih tertarik untuk mengalihkan fungsi lahan untuk sesuatu yang komersil. Hanya saja, mengembalikan fungsi hutan merupakan sebuah keharusan. Tentu tidak mengorbankan warga yang membutuhkan sumber pendapatan.  Memelihara kerbau rawa adalah solusi. Ini dipilih karena beberapa alasan.  Pertama, penduduk punya kegiatan untuk mengalihkan énergi ...

Perencanaan Sosial

Perencanaan sosial ( social planning ) pada dewasa ini menjadi ciri yang umum bagi masyarakat-masyarakat yang sedang mengalami perubahan-perubahan atau perkembangan. Sebenarnya perencanaan sosial yang bertujuan untuk melihat jauh ke depan telah ada sejak dahulu dan telah pula dipikirkan oleh para sosiolog . Auguste Comte misalnya, berpendapat bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk melihat jauh ke depan serta mengendalikan tujuannya. Pernyataan tadi kemudian diperkembangkan lebih lanjut oleh Lester F. Ward yang mempergunakan istilah social telesis  untuk menunjuk pada arah yang dituju suatu masyarakat. [1] Menurut sosiologi, suatu perencanaan sosial harus didasarkan pada pengertian mendalam tentang bagaimana kebudayaan berkembang dari taraf yang rendah ke taraf modern dan kompleks dimana dikenal industri, peradaban kota dan selanjutnya . Selain itu harus pula ada pengertian terhadap hubungan manusia dengan alam sekitarnya, hubungan antara golongan-golongan dalam masyarakat ...