Langsung ke konten utama

Belajar Sejarah untuk Alternatif Pembangunan Pedesaan



Sejarah memang mengupas masa lalu. Tetapi, sejarah bisa dijadikan pelajaran untuk menata masa depan. Meskipun, bukan berarti untuk mengulangi runutan sejarah yang telah terjadi.

Belajar sejarah mengarahkan pikiran kita pada persepsi waktu. Persepsi kita akan waktu tidak hanya sebatas sebuah jalan lurus yang tidak memiliki 'belokan'. Seakan kita tidak memiliki pilihan jalan mana yang harus ditempuh.

Dengan belajar sejarah, pikiran kita dibawa mengelana pada masa dimana kita belum tahu apa-apa tentang alam semesta. Dalam sekup lebih kecil, sejarah bisa menunjukan seperti apa desa kita di masa lalu.

Sejarah bisa menunjukan 'cetak biru' pembangunan pedesaan. Bukan berarti kita harus mundur lagi. Hanya saja, cetak biru itu bisa menjadi landasan untuk melalukan pembangunan di kemudian hari.

Misalnya, saya merasa kebingungan kenapa desa kami sulit menjadi wilayah pertanian. Saya mulai berpikir jika orang dulu tidak mempunyai rencana untuk menjadikan daerah ini sebagai wilayah pertanian. Mungkin dengan pertimbangan geologis yang kurang cocok.

Ketika sejarah ditulis, sangat mungkin ada subjektifitas si penulis. Tetapi, dalam masalah pembangunan subjektifitas itu sangat dimungkinkan. Tidak menjadi masalah akan adanya subjektifitas, hanya saja itu harus keluar dari orang yang dianggap 'berwenang'.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kayu Bakar untuk Bertahan Di Tengah Kesulitan

Ketika ktia kelelahan mencari sesuatu yang tidak ada atau jauh dari kediaman, maka melihat ke sekeliling bisa menjadi solusi. Bapa saya akhir-akhir ini rajin membelah kayu-kayu yang tumbuh di sekitar rumah. Untuk bahan bakar, demi menghemat anggaran belanja. Menanak nasi dan memasak air di atas tungku, tidak banyak menggunakan kompor demi usaha penghematan. Ketika banyak orang, sibuk mencari uang untuk membeli kebutuhan rumah tangga maka Bapa saya lebih suka menanam pepohonan. Ketika pohon itu sudah besar, manfaatnya begitu banyak. Salah satu yang saat ini dirasakan adalah kesanggupan kami untuk sekedar bertahan hidup di kala ekonomi sedang tidak baik. Meskipun negara sedang dilanda banyak bencana, kami bisa bertahan demi sekedar makan. Alhamdulillah.

Beternak Kerbau Rawa di Pinggiran Hutan Rawa

  Kerbau Rawa di Kalimantan (Sumber: Antara) Saya punya rencana untuk mengembalikan fungsi lahan kebun sawit menjadi tutupan hutan dengan memanfaatkan peran kerbau rawa. Jika sebelumnya hutan "dikeringkan" untuk ditanami bibit sawit maka harus kembali "dibasahkan" dengan mengalirkan air sungai. Untuk keperluan pupuk dan sumber pendapatan warga maka kerbau rawa bisa menjadi alternatif.  Dalam bayangan pikiran saya, akan ada lahan sawit yang tidak produktif lagi karena faktor usia tanaman. Dalam keadaan demikian, waktu yang tepat untuk segera mengembalikan fungsi hutan. Namun, saya tahu ini bukanlah usaha yang mudah. Penduduk akan lebih tertarik untuk mengalihkan fungsi lahan untuk sesuatu yang komersil. Hanya saja, mengembalikan fungsi hutan merupakan sebuah keharusan. Tentu tidak mengorbankan warga yang membutuhkan sumber pendapatan.  Memelihara kerbau rawa adalah solusi. Ini dipilih karena beberapa alasan.  Pertama, penduduk punya kegiatan untuk mengalihkan énergi ...

Perencanaan Sosial

Perencanaan sosial ( social planning ) pada dewasa ini menjadi ciri yang umum bagi masyarakat-masyarakat yang sedang mengalami perubahan-perubahan atau perkembangan. Sebenarnya perencanaan sosial yang bertujuan untuk melihat jauh ke depan telah ada sejak dahulu dan telah pula dipikirkan oleh para sosiolog . Auguste Comte misalnya, berpendapat bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk melihat jauh ke depan serta mengendalikan tujuannya. Pernyataan tadi kemudian diperkembangkan lebih lanjut oleh Lester F. Ward yang mempergunakan istilah social telesis  untuk menunjuk pada arah yang dituju suatu masyarakat. [1] Menurut sosiologi, suatu perencanaan sosial harus didasarkan pada pengertian mendalam tentang bagaimana kebudayaan berkembang dari taraf yang rendah ke taraf modern dan kompleks dimana dikenal industri, peradaban kota dan selanjutnya . Selain itu harus pula ada pengertian terhadap hubungan manusia dengan alam sekitarnya, hubungan antara golongan-golongan dalam masyarakat ...