Langsung ke konten utama

Peran Orang Kaya di Desa


Di Eropa
Sumber: palingseru.com

Menjadi orang kaya di desa bukan hanya terpandang secara status sosial tetapi juga memiliki peran yang krusial. Dalam tatanan sosial, orang kaya di desa bisa memegang kendali pembangunan sekaligus membawa lingkungan di sekitarnya menuju kemakmuran.

Menjadi kaya, bukan berarti harus bersikap feodal. Menjadi kaya bukan berarti menindas orang-orang di sekitarnya. Harta berupa tanah atau properti lainnya, malah menjadi modal dasar bagi bergerak ekonomi menuju kesejahteraan bersama.

Saya selalu melihat orang kaya bukan sekedar ketimpangan kasta tetapi sebuah peran yang diberikan Tuhan dalam pembangunan. Tanpa orang kaya, sulit rasanya ekonomi bergerak. Setidaknya, para orang kaya bisa menanamkan modalnya untuk membuka lebih banyak lapangan kerja.

Apabila orang kaya ini "diam saja" dalam artian tidak menggunakan hartanya untuk pembangunan, maka tidaklah heran harta itu bukannya bertambah malah menghilang begitu saja.

Negara tidak terlalu bisa diharapkan dalam usaha pembangunan. Justru orang kaya inilah yang memiliki peran kunci bahkan lokomotif pembangunan itu sendiri.

Menyokong orang kaya untuk terus berkarya perlu dilakukan oleh siapa saja. Karena orang kaya pun bisa "malas" untuk menambah kekayaannya. Ada banyak orang kaya atau keturunannya tidak punya motifasi lagi untuk mengembangkan kekayaannya.

Banyak orang kaya yang kebingungan dengan kekayaannya. Bukannya dikembangkan, malah dihambur-hamburkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merambah Lahan Digital

Di desa kami, lahan pertanian mulai sempit. Tentu saja bukan tanahnya yang berkurang, kini wajah désa berubah setelah ada pembangunan pemukiman dan pabrik. Bagi mereka yang masih bergantung pada sektor pertanian, maka dianggap sebagai sebuah ancaman .  Seberapa serius ancaman itu, saya sendiri belum meneliti. Perlu ada ahli yang menentukan seberapa besar ancaman yang dimaksud. Atau, sebaliknya ini dianggap sebagai sebuah peluang ?  Sudah diramalkan sejak bertahun-tahun sebelumnya jika wajah désa kami akan berubah menjadi areal industri. Bertani hanya menjadi profesi penopang ketika sektor industri belum bisa dijadikan sumber pendapatan utama. Meskipun euforia industrialisasi itu senantiasa ada, belum tentu menjadi sektor yang tetap kokoh di tengah terpaan dinamika global.    Sebagaimana diketahui, perubahan haluan pembangunan di desa bisa terjadi lantaran ada kebutuhan yang mendesak. Karena berbagai penyebab, maka industri membawa angin segar bagi mereka yang tidak k...

Pohon Belajar

Dalam belajar, kita ikuti filosofi pohon. Seperti pohon, kita awali belajar dengan pelajaran dasar layaknya akar. Akar itu kuat menghujam tanah, juga menyerap saripati tanah untuk pertumbuhannya. Al-Qur'an dan As-Sunnah layaknya akar. Batang layaknya minat dan bakat yang sudah ada sejak lahir. Sedangkan, daun dan ranting adalah ilmu yang "menyesuaikan" dengan lingkungan. Akhirnya, maka akan ada buah yang bisa "dipetik". Minat dan bakat, harus menjadi yang utama dipelajari setelah pelajaran dasar. Kenapa? Karena ilmu yang berkenaan dengan minat dan bakat bisa dipelajari dengan "semangat" dan tidak perlu "disuruh-suruh". Ilmu yang berkenaan dengan minat dan bakat menjadi "acuan" akan seperti apa seseorang di masa depan. Layaknya, batang pohon maka minat dan bakat kuat meskipun diterpa angin dan hujan. Terakhir, ilmu lain yang menyesuaikan dengan kebutuhan. Ilmu-ilmu itu akan sangat banyak sesuai dengan kebutuhan...

Kesulitan Mengkomunikasikan Isi Pikiran kepada Warga Desa

Saya ini tipe orang yang langka bicara. Ada alasannya, obrolan warga begitu sering mengangkat topik yang tidak menarik. Tentu saja saya pun tidak tertarik untuk mendengarkan apalagi ikut nimbrung dalam kerumunan. Hal yang bisa dilakukan hanyalah menulis di blog, media sosial, dan buku. Andaikan suatu saat dibutuhkan, maka mereka yang tertarik dengan isi pikiran saya maka cukup membuka di sana. Tidak usah banyak bertanya dan berharap akan memaparkan lebih lanjut, saya tidak akan melakukannya. Misalnya, ketika saya memiliki ide tentang kandang kelinci yang bagus . Orang yang pertama kali menolak ide tentu saja bapa saya sendiri. Beliau tipe orang yang harus diyakinkan dengan banyak bicara atau "diceramahi" terlebih dahulu. Masalahnya, saya gampang bosan untuk banyak bicara. Mendengar ceramah pun mudah ngantuk.  Kandang kelinci dibuat alakadarnya, tanpa estetika yang memuaskan hasrat visual. Saya pun mengalah, ya namanya juga orang tua mana sanggup saya mendebat. Apalagi, Bapa ...