Langsung ke konten utama

Memahami Pola Kehidupan Sehari-hari

Jika suatu perjalanan hidup seseorang bisa dipahami polanya, maka dia tidak perlu "was-was" akan masa depannya. Seorang manusia bisa menerawang masa depannya meskipun saat ini dia belum bisa mewujudkan apa yang dipikirkannya.

Saya membaca novel Origin karya Dan Brown. Disana ditulis, bahwa masa depan ummat manusia bisa 'diprediksi' dengan pola-pola komputerisasi. Namun, tentu saja harus ada data yang relevan.

Selanjutnya, bagaimana kita memahami pola-pola kehidupan sehari-hari tanpa aplikasi komputer?

🔃

Saya mencoba belajar memahami cara berpikir anak kecil. Maksudnya, pola-pola pikiran itu diharapkan bisa membawa kita pada "bagaimana cara manusia belajar". Setelah tahu, orang dewasa tidak perlu lagi bersusah payah membuat "kurikulum" yang bersifat general.

Bila anak sudah punya cara belajar sendiri, dia akan memahami sendiri pola-pola di kehidupannya sendiri.

Pola belajar anak kecil ini sangat penting untuk "dipatenkan". Maksudnya, dia sendiri harus tahu bagaimana cara belajar yang khas untuk dirinya dan tidak bisa ditiru orang lain. Kekhasan cara belajar membawa pada apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak perlu dilakukan. Dia akan fokus.

🔁

Salah satu cara memahami pola adalah dengan mencermati siklus. Dengan mempergunakan tak lebih dari ilmu hitung sederhana (dan kerja keras), anda dapat memperoleh pengetahuan tentang siklus. Dengan melihat berapa kali dan berapa teratur masing-masing siklus berulang di masa lalu, anda akan memperoleh gagasan akan pentingnya hal itu. 

Dan dengan memproyeksikan semua siklus-siklus penting ke masa depan, anda dapat memperoleh gambaran tentang akan apa yang ada di depan.

🔄

Saya senantiasa menekankan untuk mengoptimalkan peran "pikiran" kita dalam mengarungi hari. Dari beberapa sumber, saya mulai menemukan bahwa peran pikiran untuk memahami pola-pola kehidupan begitu penting.

Pikiran kita begitu kompleks, namun itulah letak kelebihannya. Janganlah kita menyepelekan orang yang suka 'berkhayal' karena dengannya pola-pola itu akan tergambar. Para pemikir abad-21 senantiasa menemukan ide-ide bagi perkembangan hidup di dunia karena mereka suka "berkhayal". Kompleksnya keseharian manusia justru membawa manusia pada kesempurnaan karena di dalamnya terdapat petunjuk 'yang tersembunyi'.

🔍

Pola-pola kehidupan itu saat ini menjadi 'ilmu tersendiri'. Dengannya, kita memahami selera konsumen, mobilitas manusia, bahkan komputer bisa memprediksi pola hubungan seseorang untuk menentukan jodohnya.


Pola-pola keseharian itu bisa kita dokumentasikan dalam komputer. Siapa tahu di masa depan amat berguna bagi perkembangan kehidupan generasi mendatang.

(Tulisan diolah dari berbagai sumber)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kayu Bakar untuk Bertahan Di Tengah Kesulitan

Ketika ktia kelelahan mencari sesuatu yang tidak ada atau jauh dari kediaman, maka melihat ke sekeliling bisa menjadi solusi. Bapa saya akhir-akhir ini rajin membelah kayu-kayu yang tumbuh di sekitar rumah. Untuk bahan bakar, demi menghemat anggaran belanja. Menanak nasi dan memasak air di atas tungku, tidak banyak menggunakan kompor demi usaha penghematan. Ketika banyak orang, sibuk mencari uang untuk membeli kebutuhan rumah tangga maka Bapa saya lebih suka menanam pepohonan. Ketika pohon itu sudah besar, manfaatnya begitu banyak. Salah satu yang saat ini dirasakan adalah kesanggupan kami untuk sekedar bertahan hidup di kala ekonomi sedang tidak baik. Meskipun negara sedang dilanda banyak bencana, kami bisa bertahan demi sekedar makan. Alhamdulillah.

Beternak Kerbau Rawa di Pinggiran Hutan Rawa

  Kerbau Rawa di Kalimantan (Sumber: Antara) Saya punya rencana untuk mengembalikan fungsi lahan kebun sawit menjadi tutupan hutan dengan memanfaatkan peran kerbau rawa. Jika sebelumnya hutan "dikeringkan" untuk ditanami bibit sawit maka harus kembali "dibasahkan" dengan mengalirkan air sungai. Untuk keperluan pupuk dan sumber pendapatan warga maka kerbau rawa bisa menjadi alternatif.  Dalam bayangan pikiran saya, akan ada lahan sawit yang tidak produktif lagi karena faktor usia tanaman. Dalam keadaan demikian, waktu yang tepat untuk segera mengembalikan fungsi hutan. Namun, saya tahu ini bukanlah usaha yang mudah. Penduduk akan lebih tertarik untuk mengalihkan fungsi lahan untuk sesuatu yang komersil. Hanya saja, mengembalikan fungsi hutan merupakan sebuah keharusan. Tentu tidak mengorbankan warga yang membutuhkan sumber pendapatan.  Memelihara kerbau rawa adalah solusi. Ini dipilih karena beberapa alasan.  Pertama, penduduk punya kegiatan untuk mengalihkan énergi ...

Perencanaan Sosial

Perencanaan sosial ( social planning ) pada dewasa ini menjadi ciri yang umum bagi masyarakat-masyarakat yang sedang mengalami perubahan-perubahan atau perkembangan. Sebenarnya perencanaan sosial yang bertujuan untuk melihat jauh ke depan telah ada sejak dahulu dan telah pula dipikirkan oleh para sosiolog . Auguste Comte misalnya, berpendapat bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk melihat jauh ke depan serta mengendalikan tujuannya. Pernyataan tadi kemudian diperkembangkan lebih lanjut oleh Lester F. Ward yang mempergunakan istilah social telesis  untuk menunjuk pada arah yang dituju suatu masyarakat. [1] Menurut sosiologi, suatu perencanaan sosial harus didasarkan pada pengertian mendalam tentang bagaimana kebudayaan berkembang dari taraf yang rendah ke taraf modern dan kompleks dimana dikenal industri, peradaban kota dan selanjutnya . Selain itu harus pula ada pengertian terhadap hubungan manusia dengan alam sekitarnya, hubungan antara golongan-golongan dalam masyarakat ...