Langsung ke konten utama

Rencana Pola Belajar

Sumber : Google
Setiap orang mempunyai cara untuk belajar dalam memenuhi kebutuhannya akan ilmu pengetahuan. Saya sendiri mempunyai cara yang sudah dianggap nyaman untuk dilakukan. Untuk saat ini, saya mempunyai rencana belajar dengan tujuan untuk mendalami pengetahuan di bidang pembangunan pedesaan. Tujuan pembelajaran ini ditetapkan sesuai dengan kebutuhan saya sebagai orang desa yang berkeinginan untuk membangun desanya. Perlu ada bayangan tentang bagaimana membangun masa depan pedesaan sehingga tambahan ilmu pengetahuan menjadi suatu keharusan.
Cakupan bidang studi yang harus dimiliki adalah arstitektur, perencanaan wilayah, ekonomi perencanaan, sejarah pembangunan, manajemen sumberdaya manusia dan ilmu lingkungan.
Ilmu arsitektur untuk memahami bagaimana bentuk bangunan yang sesuai dengan topografi dan kultur pedesaan. Secara sosiologis dan antropologis, pedesaan dengan perkotaan memiliki perbedaan sehingga perlu ada penyesuaian dalam merancang bangunan. Kesesuaian ini dimaksudkan agar tidak mengganggu tatatanan kehidupan yang sudah ada.
Ilmu perencanaan wilayah berguna untuk memahami bagaimana merencanakan kondisi pedesaan di masa depan. Wilayah pedesaan yang belum memiliki rencana pembangunan jangka panjang maka sudah selayaknya orang desa bisa memetakan potensi wilayahnya sendiri.
Ekonomi perencanaan dipelajari untuk memahami situasi ekonomi masa depan. Dalam menyongsong kemajuan, perlu adanya perencanaan yang baik. Pembangunan perlu adanya perencanaan yang baik. Tidak serampangan. Dengan perencanaan, diharapkan pedesaan lebih siap menghadapi persaingan global. Jika selama ini pedesaan terisisihkan dari pembangunan, maka sudah saatnya orang desa memiliki perencanaan yang jelas untuk menggerakan roda perekonomiannya.
Dalam membangun suatu wilayah, kiranya kita perlu belajar dari tempat lain. Untuk itu, mempelajari sejarah pembangunan daerah atau bangsa  lain perlu dilakukan. Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari pola pembangunan orang lain seperti bagaimana mereka menata industri, pemukiman, transportasi dll.. Sejarah pembangunan jarang dipelajari karena dianggap hanya sebagai pelajaran mengingat masa lalu. Padahal, ketika ada pelajaran yang bisa dipetik dari sana maka tidak salah apabila orang desa pun meniru pola pembangunan yang sudah dianggap sukses.
Pembangunan pun perlu adanya pelestarian lingkungan. Jangan sampai lingkungan menjadi rusak karena adanya pembangunan. Untuk itu, perlu ilmu lingkungan yang cukup bagi para agen pembangunan. Mereka jangan hanya mengejar keuntungan materi sesaat. Pembangunan yang berkelanjutan sudah menjadi tren di dunia untuk kehidupan generasi selanjutnya.
Dari segala teori pembangunan, kiranya manajemen sumber daya manusia dianggap yang terpenting. Bagaimanapun, membangun manusia harus didahulukan sebelum adanya pembangunan aspek fisik. Pembangunan karakter manusia menjadi prioritas untuk melanjutkan pembangunan yang berkejaran dengan waktu dan bangsa lain. Persaingan dengan bangsa lain dari belahan dunia lain adalah suatu keniscayaan sehingga jangan sampai orang desa hanya bisa menjadi penonton dari segala kemajuan zaman. Orang desa suatu saat harus menjadi pemain dan memberikan pengaruh besar bagi perkembangan dunia.
Ilmu tersebut sangat berguna untuk bisa membuat rencana jangka panjang. Rencana-rencana yang hendak disusun didasarkan pada  berbagai pertimbangan. Dengan banyak asupan pengetahuan, berbagai pertimbangan itu menjadi lebih matang. Kecakapan seseorang merencanakan memang sangat bergantung pada seberapa banyak  pengalamannya dan seberapa besar pengetahuan yang dimiliki.
Mencari Solusi
Fokus perhatian belajar saya adalah  bagaimana mencari solusi atas masalah yang sedang dihadapi. Permasalahan bisa saja datang dan dirasakan saat ini atau nanti di masa depan. Ketika kita mencermati sekeliling kita maka ada rangsangan untuk berpikir bagaimana permasalahan yang dihadapi bisa diselesaikan. Permasalahan selalu ada dan tidak perlu diundang. Secara alamiah permasalahan akan terus timbul karena dinamisnya kehidupan manusia. Naluri manusia terangsang untuk menghadapi permasalahan demi kehidupan yang lebih baik dimasa depan.
Dalam belajar, ada kriteria keberhasilan atas proses belajar yang telah dijalani. Kriteria keberhasilan itu adalah dengan bertambahnya ilmu dan kekayaan materil. Juga, sejauhmana manusia bisa menyelesaikan permasalahan kehidupan karena manusia solutif sajalah yang bisa bertahan bahkan menjadi pemimpin peradaban. Memimpin peradaban bukan berarti menjadi pemimpin formil sebagai pejabat daerah/negara tetapi orang yang bisa mempengaruhi laju perkembangan zaman ke arah yang lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merambah Lahan Digital

Di desa kami, lahan pertanian mulai sempit. Tentu saja bukan tanahnya yang berkurang, kini wajah désa berubah setelah ada pembangunan pemukiman dan pabrik. Bagi mereka yang masih bergantung pada sektor pertanian, maka dianggap sebagai sebuah ancaman .  Seberapa serius ancaman itu, saya sendiri belum meneliti. Perlu ada ahli yang menentukan seberapa besar ancaman yang dimaksud. Atau, sebaliknya ini dianggap sebagai sebuah peluang ?  Sudah diramalkan sejak bertahun-tahun sebelumnya jika wajah désa kami akan berubah menjadi areal industri. Bertani hanya menjadi profesi penopang ketika sektor industri belum bisa dijadikan sumber pendapatan utama. Meskipun euforia industrialisasi itu senantiasa ada, belum tentu menjadi sektor yang tetap kokoh di tengah terpaan dinamika global.    Sebagaimana diketahui, perubahan haluan pembangunan di desa bisa terjadi lantaran ada kebutuhan yang mendesak. Karena berbagai penyebab, maka industri membawa angin segar bagi mereka yang tidak k...

Pohon Belajar

Dalam belajar, kita ikuti filosofi pohon. Seperti pohon, kita awali belajar dengan pelajaran dasar layaknya akar. Akar itu kuat menghujam tanah, juga menyerap saripati tanah untuk pertumbuhannya. Al-Qur'an dan As-Sunnah layaknya akar. Batang layaknya minat dan bakat yang sudah ada sejak lahir. Sedangkan, daun dan ranting adalah ilmu yang "menyesuaikan" dengan lingkungan. Akhirnya, maka akan ada buah yang bisa "dipetik". Minat dan bakat, harus menjadi yang utama dipelajari setelah pelajaran dasar. Kenapa? Karena ilmu yang berkenaan dengan minat dan bakat bisa dipelajari dengan "semangat" dan tidak perlu "disuruh-suruh". Ilmu yang berkenaan dengan minat dan bakat menjadi "acuan" akan seperti apa seseorang di masa depan. Layaknya, batang pohon maka minat dan bakat kuat meskipun diterpa angin dan hujan. Terakhir, ilmu lain yang menyesuaikan dengan kebutuhan. Ilmu-ilmu itu akan sangat banyak sesuai dengan kebutuhan...

Kesulitan Mengkomunikasikan Isi Pikiran kepada Warga Desa

Saya ini tipe orang yang langka bicara. Ada alasannya, obrolan warga begitu sering mengangkat topik yang tidak menarik. Tentu saja saya pun tidak tertarik untuk mendengarkan apalagi ikut nimbrung dalam kerumunan. Hal yang bisa dilakukan hanyalah menulis di blog, media sosial, dan buku. Andaikan suatu saat dibutuhkan, maka mereka yang tertarik dengan isi pikiran saya maka cukup membuka di sana. Tidak usah banyak bertanya dan berharap akan memaparkan lebih lanjut, saya tidak akan melakukannya. Misalnya, ketika saya memiliki ide tentang kandang kelinci yang bagus . Orang yang pertama kali menolak ide tentu saja bapa saya sendiri. Beliau tipe orang yang harus diyakinkan dengan banyak bicara atau "diceramahi" terlebih dahulu. Masalahnya, saya gampang bosan untuk banyak bicara. Mendengar ceramah pun mudah ngantuk.  Kandang kelinci dibuat alakadarnya, tanpa estetika yang memuaskan hasrat visual. Saya pun mengalah, ya namanya juga orang tua mana sanggup saya mendebat. Apalagi, Bapa ...