Langsung ke konten utama

Postingan

Memunculkan Wewenang Kharismatis Usahawan di Tengah Masyarakat

Kharisma Pemimpin di Tengah Masyarakat Desa Kultur masyarakat desa yang masih mengedepankan kharisma seorang pemimpin sekiranya perlu dipertahankan. Hal ini berlaku untuk mendorong motifasi warga untuk membangun. Di tengah persaingan global seperti sekarang ini, warga desa perlu dibimbing menuju ke arah kemajuan. Apalagi, otonomi daerah menghendaki orang 'daerah' untuk membangun daerahnya sendiri. Untuk itu, seorang pemimpin yang kharismatik diharapkan bisa membawa pedesaan ke arah kemajuan yang dimaksud. Ada suatu realita yang saya amati, bahwa terjadi pemudaran 'konsep kepemimpinan kharismatik' di desa-desa. Warga desa seakan kurang bisa menerima lagi seorang tokoh 'mempengaruhi' segala aktifitas kemasyarakatan. Warga desa lebih independen dalam menyuarakan kepentingan mereka. Formalisasi kepemimpinan kiranya membuat warga lebih mengedepankan pemimpin formal dibandingkan pemimpin informal. Apalagi, dalam sistem pendidikan di Indonesia sangat mengedepank...

Seni Merencanakan (2) : Skenario Terbaik

Percaya sesuatu dapat dilakukan , membuat pikiran bergerak untuk mencari cara untuk melaksanakannya . [1] Jangan takut untuk merencanakan hal besar dalam hidup. Setiap rencana yang kita buat menjadi refleksi dari keinginan kita di masa depan. Rencana besar untuk masa depan merupakan pola kehidupan yang akan kita jalani nanti. Manusia memang tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi suatu hari nanti. Hanya saja, kita bisa memilih jalan mana yang akan kita tempuh. Ada banyak jalan yang bisa kita buat. Masalahnya, dari sekian banyak jalan itu manakah yang benar-benar kita pilih. Dalam kondisi kesimpangsiuran itulah perlu ada banyak skenario dibuat, sehingga secara naluriah kita bisa menentukan pilihan yang dianggap terbaik. Rencana dibuat untuk memberikan gambaran masa depan. Begitu pun skenario, menjadi sebuah rencana yang menyajikan berbagai kemungkinan. Di tengah ketidakpastian, membuat skenario teramat diperlukan. Sebagai manusia, kita tidak bisa meramal apa yang sebenarny...

Seni Merencanakan (1)

Pernahkan kita merasa kebingungan dengan masa depan? Atau, kita sering kebingungan bagaimana kita merencanakan masa depan? Ada banyak orang yang pandai merencanakan hidupnya, tetapi banyak juga yang kesulitan ketika harus membuat sebuah rencana _dalam hal apa pun. Beberapa orang percaya bahwa perencanaan hanya merupakan sesuatu yang bersifat pengambilan keputusan untuk langkah di kemudian hari. Meskipun demikian, definisi yang lebih baik dari perencanaan adalah memutuskan apa yang harus kita kerjakan agar kita memperoleh hasil di kemudian hari . [1] Merencanakan lebih tepat disebut sebagai seni daripada ilmu pengetahuan dengan segala kelebihannya. Seperti kita tahu, seni tidak mendasarkan segala pertimbangannya pada logika semata. Seni justru mengedepankan kekuatan hati untuk menciptakan harmoni yang indah. Begitu juga, ketika kita merencanakan sesuatu malahan intuisi kita yang cenderung 'bekerja'. Apabila logika yang kita kedepankan, jangan aneh bila kebingungan akan me...

Makna Dibalik Setiap Usaha Pembangunan

Kisah Para Kyai dan Petani Kisah keikhlasan para Kyai dalam membangun masyarakat sekitarnya memang sudah banyak diceritakan di berbagai media. Sejak dulu, mereka memiliki semangat yang tinggi untuk menginvestasikan waktu, tenaga, pikiran dan harta demi perkembangan di kampungnya. Sumber : madib.blog.unair.ac.id Sering kita menyaksikan para Kyai ini membina warga tanpa mengharapkan imbalan. Saya sendiri merasa 'heran' sekaligus takjub dengan apa yang dilakukannya. Berkaca pada hal ini, sekiranya kita perlu tahu apa motifasi yang tertanam dalam nurani para Kyai ini.  Usaha yang mereka lakukan bisa memberikan dampak positif secara materil maupun imateril. Jika kita tanya satu per satu, mungkin akan ada banyak jawaban mengapa para Kyai ini melakukan ini semua. Sebenarnya, apa yang mereka harapkan atas apa yang telah dilakukannya? Kenapa mereka begitu antusias membangun masyarakat? Selanjutnya, mari kita perhatikan para petani. Dengan segenap tenaga, para petani mengo...

Keengganan Mendirikan Usaha: Keengganan Memimpin

Ada suatu realita unik dalam masyarakat kita, dimana banyak orang yang memiliki modal namun enggan untuk mendirikan usaha. Begitu banyak alasan yang bisa dikemukakan atas situasi yang sedang terjadi. Berawal dari bagaimana seseorang berpikir. Cara pandang sebagian anggota masyarakat akan berwirausaha turut serta menjadikan mereka enggan untuk mendirikan perusahaan, meskipun secara finansial mereka mampu. Pada kesempatan ini saya akan menilai pada satu aspek saja yakni bagaimana masyarakat kita menganggap arti penting pemberdayaan diri pribadi dan lingkungannya . Pemberdayaan diri tentu saja erat kaitannya dengan sikap percaya diri dan yakin akan kemampuan dirinya sendiri. Orang-orang yang berdaya bukanlah orang yang inferior _atau rendah diri_. Saya curiga sikap inferior masih menjangkiti sebagian masyarakat. Begitu banyak ketertinggalan yang dialami belum mampu untuk dikejar. Sikap inferior ini tentu saja bisa memberikan penilaian negatif terhadap kemampuan diri sendiri. Berk...

Pola Pembangunan Para Konglomerat

"Diatas kesakralan properti, peradaban bergantung." (Andrew Carnegie, 1889) Hal yang menarik untuk dicermati, bagaimana para konglomerat menjalankan bisnisnya. Namun, hal yang harus pertama kita ketahui adalah 'apa yang ada di pikiran para konglomerat ini'. Hanya saja, kita tidak punya cara untuk mengetahui isi pikiran mereka. Mengetahui pola pembangunan kehidupannya adalah hal yang paling mungkin dilakukan. Para konglomerat ini mempunyai peranan kunci dalam proses pembangunan masyarakat. Untuk kepentingan ilmu pengetahuan, sebaiknya kita tidak perlu menilai para konglomerat sebagai 'pribadi yang serakah'. Pemikiran picik itu datang karena kita tidak bisa menerima 'jasa' mereka sebagai lokomotif pembangunan. Sosok-sosok kreatif seperti mereka masih diperlukan di era modern seperti sekarang ini. Terlepas dari kontroversi yang mungkin timbul, alangkah baiknya jika kita bisa mengambil pelajaran penting dari apa yang telah mereka lakukan. Carneg...

Intuisi untuk Membangun

Secara naluriah manusia menginginkan adanya perubahan dalam hidupnya ke arah perbaikan. Demi mempertahankan eksistensi dirinya, manusia terus menerus berpikir bagaimana menjadikan kehidupan di sekelilingnya menuju ke arah kemajuan. Warga desa memang perlu adanya keinginan untuk membangun. Entah darimana perasaan itu datang. Mungkin, Alloh memberikan sebagian karunianya kepada kita berupa petunjuk untuk menjadikan lingkungan kita menjadi lebih berkembang. Sebagai warga desa, semestinya kita tidak perlu bingung bagaimana masa depan desa kita. Sebenarnya, sudah ada cara bagaimana menata masyarakat pedesaan yang tertera dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Hanya saja, perlu adanya keinginan untuk terus menggalinya lebih dalam lagi. Sebagai hamba-Nya, kita dikaruniai ilmu pengetahuan dalam berbagai aspek. Diantara ilmu pengetahuan itu adalah ilmu teknis dan non-teknis mengenai kehidupan di desa kita. Para petani, mereka punya ilmu untuk bertani. Para tukang kayu, mereka punya ilmu untuk ...