Langsung ke konten utama

Postingan

Memanfaatkan Budaya Konsumtif

Mengapa Harus Dimanfaatkan? Dalam benak saya, ada pertanyaan kenapa kita harus bisa memahami budaya bangsa lain. Apalagi, saat ini budaya bangsa di berbagai belahan bumi cenderung mengikuti modernisasi. Artinya, budaya bangsa yang bersifat tradisional sudah mulai banyak terkikis oleh pola-pola kekinian. Warga desa, sebagai komunitas yang agak jauh dari pusat peradaban tidak bisa mengikuti modernisasi dengan laju yang cepat. Untuk bisa memahami budaya baru, warga desa juga perlu belajar apa dan bagaimana budaya baru itu muncul. Ketika pemahaman itu ada, maka akan ada sisi positif yang bisa kita jadikan pembelajaran. Diantara budaya baru yang saya maksud itu adalah budaya konsumtif . Dalam situasi industrialisasi, para produsen perlu memahami situasi pasar untuk  menjual produknya. Apalagi, produk yang dihasilkan oleh warga desa tidak bisa dijual begitu saja di pedesaan karena keterbatasan konsumen. Budaya konsumtif ini bisa menjadi peluang untuk memasarkan produk-produk yang ...

Mengelola Isu Lingkungan di Pedesaan

Salah satu perilaku sosial yang melembaga tersebut adalah bagaimana manusia berkelompok dan bermasyarakat, dengan melakukan perubahan-perubahan yang direncanakan, yang kemudian dikenal sebagai aktifitas pembangunan. [1] Mengelola lingkungan juga merupakan bagian dari pembangunan. Apabila kita senantiasa menganggap bahwa pembangunan adalah mendirikan berbagai sarana dan prasarana maka itu tidak tepat. Warga desa jelas memerlukan sarana dan prasarana yang sebelumnya tidak ada. Tetapi, warga desa juga perlu menjaga apa yang telah disediakan oleh Alloh SWT yakni lingkungan tempat kita tinggal. Dalam pengelolaan lingkungan itu, perlu adanya rencana yang jelas atas target apa yang akan dicapai. Permasalahan lingkungan yang muncul, seharusnya harus bisa 'diprediksi' sejak awal. Maka dari itu, sejak awal perlu adanya pengelolaan isu yang baik supaya tidak terjadi simpang siur atas apa yang harus dilakukan. Harus diakui, akan ada hal 'yang dikorbankan' dalam proses pemb...

Peran Lembaga Usaha sebagai Pengontrol Kondisi Sosial di Pedesaan

Permasalahan sosial akan selalu saja ada dimanapun kita berada. Entah itu masalah kemiskinan, kebodohan dan sebagainya, maka permasalahan sosial menjadi keseharian yang menarik untuk dibicarakan kemudian dicari penyelesaiannya. Ketika negeri ini menerapkan berbagai cara untuk mengawasi kehidupan warganya, maka ada sisi kelemahan dari peran Pemerintah. Dalam situasi ekonomi tidak menentu seperti sekarang, warga lebih 'mendengarkan' pihak-pihak yang bisa memenuhi kebutuhan mereka. Sebagai warga negara, kita tidak bisa terus 'menyalahkan' pemerintah ketika permasalahan sosial terus muncul ke permukaan. Justru, kita bisa membantu Pemerintah mengisi kekosongan peran pemerintah itu. Peran warga masyarakat dalam pengendalian sosial bisa diwujudkan dengan membentuk suatu lembaga yang bisa menyelesaikan permasalahan sosial tersebut. Saya menyarankan untuk menjadikan lembaga usaha/bisnis sebagai institusi yang bisa memimpin masyarakat dalam upaya pengendalian sosial. Saya tida...

Menakar Semangat Belajar Remaja di Pedesaan

Pada tulisan ini, saya ingin mencoba untuk mengira-ngira seperti apa semangat belajar para remaja siswa SMP dan SMA di pedesaan. Apakah semangat belajar mereka ada hubungannya dengan cita-cita yang tertanam dalam dirinya. Lalu, bagaimana lingkungan pedesaan turut mempengaruhi semangat belajar mereka. Sesuai judul di atas, agaknya sulit untuk menakar semangat belajar remaja di pedesaan. Perlu ada penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar semangat mereka untuk belajar. Hanya saja, secara kasat mata kita bisa tahu bahwa remaja mengalami penurunan semangat belajar mereka. Sepertinya, orientasi sekolah sudah bukan lagi tempat untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya tetapi sebagai tempat untuk 'mengisi waktu' semata. Secara kasat mata, remaja kita menganggap belajar adalah aktifitas yang melelahkan dan tidak menarik. Meskipun tidak semuanya begitu, masih banyak remaja kita yang tidak suka sekolah. Pertanyaannya, apakah mereka benar-benar tidak ingin belajar atau mere...