Langsung ke konten utama

Awal Sebuah Perencanaan


Masyarakat desa dituntut untuk mempunyai rencana untuk membangun masa depannya.  Dua buah kata kunci dari tulisan ini yakni rencana  dan masa depan.

Sebuah rencana memang tidaklah mudah untuk disusun, tetapi kita harus mempunyai rencana. Kenapa? Tanpa sebuah perencanaan maka pembangunan tidak akan pernah terjadi. Yang ada, kita adalah objek dari pembangunan bukan sebagai subjek darinya. Jika orang desa hanya sebagai objek pembangunan maka jangan aneh jika kemajuan kehidupan sulit tercapai. Berapa pun dana yang digelontorkan tidak dapat menjadi senjata untuk menjadi pemenang dari persaingan global. Dan, itu tidak bisa ditolak.
Sebuah rencana berawal dari pikiran. Tentu saja kita harus punya pemikiran yang jelas tentang apa yang ingin kita lakukan. Pemikiran mendasar yang menganggap bahwa kehidupan ini ‘mengalir saja’ sepertinya sulit untuk menyusun sebuah rencana. Untuk itu, kita ubah cara berpikir kita. Hidup ini perlu perencanaan. Takdir itu bukan terjadi begitu saja tetapi melalui skema Tuhan dimana manusia pun diberi andil untuk merencanakannya.
Kemudian, kita tanya hati kita apa yang kita idamkan di kemudian hari. Setiap punya punya keinginan yang berbeda. Tetapi itu bisa dikomunikasikan. Apabila banyak keinginan dari banyak orang, kita sepakati mana yang menjadi prioritas. Skala prioritas tentu saja yang  bisa mengakomodir kepentingan banyak orang. Terkadang egoisme bisa menimbulkan masalah baru, tetapi masalah bisa diselesaikan dengan meredam egoisme.
Untuk menyusun sebuah rencana, saya selalu membayangkan bagaimana masa depan akan berlangsung. Berimajinasilah!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kayu Bakar untuk Bertahan Di Tengah Kesulitan

Ketika ktia kelelahan mencari sesuatu yang tidak ada atau jauh dari kediaman, maka melihat ke sekeliling bisa menjadi solusi. Bapa saya akhir-akhir ini rajin membelah kayu-kayu yang tumbuh di sekitar rumah. Untuk bahan bakar, demi menghemat anggaran belanja. Menanak nasi dan memasak air di atas tungku, tidak banyak menggunakan kompor demi usaha penghematan. Ketika banyak orang, sibuk mencari uang untuk membeli kebutuhan rumah tangga maka Bapa saya lebih suka menanam pepohonan. Ketika pohon itu sudah besar, manfaatnya begitu banyak. Salah satu yang saat ini dirasakan adalah kesanggupan kami untuk sekedar bertahan hidup di kala ekonomi sedang tidak baik. Meskipun negara sedang dilanda banyak bencana, kami bisa bertahan demi sekedar makan. Alhamdulillah.

Beternak Kerbau Rawa di Pinggiran Hutan Rawa

  Kerbau Rawa di Kalimantan (Sumber: Antara) Saya punya rencana untuk mengembalikan fungsi lahan kebun sawit menjadi tutupan hutan dengan memanfaatkan peran kerbau rawa. Jika sebelumnya hutan "dikeringkan" untuk ditanami bibit sawit maka harus kembali "dibasahkan" dengan mengalirkan air sungai. Untuk keperluan pupuk dan sumber pendapatan warga maka kerbau rawa bisa menjadi alternatif.  Dalam bayangan pikiran saya, akan ada lahan sawit yang tidak produktif lagi karena faktor usia tanaman. Dalam keadaan demikian, waktu yang tepat untuk segera mengembalikan fungsi hutan. Namun, saya tahu ini bukanlah usaha yang mudah. Penduduk akan lebih tertarik untuk mengalihkan fungsi lahan untuk sesuatu yang komersil. Hanya saja, mengembalikan fungsi hutan merupakan sebuah keharusan. Tentu tidak mengorbankan warga yang membutuhkan sumber pendapatan.  Memelihara kerbau rawa adalah solusi. Ini dipilih karena beberapa alasan.  Pertama, penduduk punya kegiatan untuk mengalihkan énergi ...

Perencanaan Sosial

Perencanaan sosial ( social planning ) pada dewasa ini menjadi ciri yang umum bagi masyarakat-masyarakat yang sedang mengalami perubahan-perubahan atau perkembangan. Sebenarnya perencanaan sosial yang bertujuan untuk melihat jauh ke depan telah ada sejak dahulu dan telah pula dipikirkan oleh para sosiolog . Auguste Comte misalnya, berpendapat bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk melihat jauh ke depan serta mengendalikan tujuannya. Pernyataan tadi kemudian diperkembangkan lebih lanjut oleh Lester F. Ward yang mempergunakan istilah social telesis  untuk menunjuk pada arah yang dituju suatu masyarakat. [1] Menurut sosiologi, suatu perencanaan sosial harus didasarkan pada pengertian mendalam tentang bagaimana kebudayaan berkembang dari taraf yang rendah ke taraf modern dan kompleks dimana dikenal industri, peradaban kota dan selanjutnya . Selain itu harus pula ada pengertian terhadap hubungan manusia dengan alam sekitarnya, hubungan antara golongan-golongan dalam masyarakat ...