Langsung ke konten utama

Tradisi Berimajinasi



Ada tradisi yang terlupakan untuk kita jaga dan dikembangkan. Tradisi ini sebenarnya adalah perwujudan dari kelebihan manusia sebagai makhluk Alloh SWT. Tradisi ini sudah ada sejak manusia diciptakan dan mereka membangun peradaban di muka bumi. Tradisi itu adalah tradisi untuk berimajinasi.
Dalam diri manusia, ada perwujudan isi dari pemikiran dalam bentuk benda. Dari mulai pakaian, makanan, bangunan hingga bagaimana mereka bermasyarakat dari bentuk perwujudan yang pada mulanya ada dalam pikiran. Manusia dikarunia akal tidak hanya untuk sekedar bertahan hidup tetapi juga sebagai upaya untuk menjadikan bumi menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali. Manusia terus berpikir bagaimana dia menyiptakan masa depan yang lebih mapan dan tentu saja diawali dari imajinasi.
Manusia memperoleh kenikmatan hidup dai hasil imajinasi mereka.  Pada mulanya bumi ini terdiri dari tumbuhan, binatang dan sumberdaya mineral. Melalui imajinasi manusia, kita dapat menyaksikan bagaimana peradaban sekuno Piramid di Mesir hingga pesawat antariksa menjadi ciri dari kemajuan suatu zaman. Melalui imajinasi pula, karya seni dapat dinikmati berjuta manusia di muka bumi. Film, musik hingga seni grafis menjadikan para pelakunya jutawan dan tercatat di Majalah Forbes sebagai bagian dari konglomerat dunia.
Melalui tulisan ini, saya menekankan betapa pentingnya kita punya tradisi berimajinasi. Tradisi itu lahir dari diri kita sendiri, kemudian ditularkan di lingkungan keluarga hingga masyarakat luas. Jangan meremehkan imajinasi orang-orang di sekitar kita. Bisa jadi imajinasi adalah petunjuk hidup bagi individu yang mengalaminya.
Harus diakui, tidak semua masyarakat memiliki tradisi berimajinasi. Sebagai orang Sunda saya tidak dibiasakan untuk berimajinasi. Justru, berimajinasi dianggap sebagai kegiatan mengkhayal yang tidak ada manfaatnya. Padahal, saya yakin bahwa imajinasi bisa membawa manusia ke arah perubahan hidup yang lebih baik. Wajar saja, orang yang tidak punya imajinasi akan hidupnya mengalami kesulitan menentukan arah hidupnya sendiri.
Dalam Islam, berimajinasi adalah suatu bentuk ibadah sepanjang membawa kebaikan untuk ummat manusia. Imajinasi itu harus melahirkan suatu konsep tatanan kehidupan manusia sebagai perwujudan ibadah kepada Alloh SWT. Imajinasi itu harus melahirkan tradisi untuk terus berimajinasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kayu Bakar untuk Bertahan Di Tengah Kesulitan

Ketika ktia kelelahan mencari sesuatu yang tidak ada atau jauh dari kediaman, maka melihat ke sekeliling bisa menjadi solusi. Bapa saya akhir-akhir ini rajin membelah kayu-kayu yang tumbuh di sekitar rumah. Untuk bahan bakar, demi menghemat anggaran belanja. Menanak nasi dan memasak air di atas tungku, tidak banyak menggunakan kompor demi usaha penghematan. Ketika banyak orang, sibuk mencari uang untuk membeli kebutuhan rumah tangga maka Bapa saya lebih suka menanam pepohonan. Ketika pohon itu sudah besar, manfaatnya begitu banyak. Salah satu yang saat ini dirasakan adalah kesanggupan kami untuk sekedar bertahan hidup di kala ekonomi sedang tidak baik. Meskipun negara sedang dilanda banyak bencana, kami bisa bertahan demi sekedar makan. Alhamdulillah.

Beternak Kerbau Rawa di Pinggiran Hutan Rawa

  Kerbau Rawa di Kalimantan (Sumber: Antara) Saya punya rencana untuk mengembalikan fungsi lahan kebun sawit menjadi tutupan hutan dengan memanfaatkan peran kerbau rawa. Jika sebelumnya hutan "dikeringkan" untuk ditanami bibit sawit maka harus kembali "dibasahkan" dengan mengalirkan air sungai. Untuk keperluan pupuk dan sumber pendapatan warga maka kerbau rawa bisa menjadi alternatif.  Dalam bayangan pikiran saya, akan ada lahan sawit yang tidak produktif lagi karena faktor usia tanaman. Dalam keadaan demikian, waktu yang tepat untuk segera mengembalikan fungsi hutan. Namun, saya tahu ini bukanlah usaha yang mudah. Penduduk akan lebih tertarik untuk mengalihkan fungsi lahan untuk sesuatu yang komersil. Hanya saja, mengembalikan fungsi hutan merupakan sebuah keharusan. Tentu tidak mengorbankan warga yang membutuhkan sumber pendapatan.  Memelihara kerbau rawa adalah solusi. Ini dipilih karena beberapa alasan.  Pertama, penduduk punya kegiatan untuk mengalihkan énergi ...

Perencanaan Sosial

Perencanaan sosial ( social planning ) pada dewasa ini menjadi ciri yang umum bagi masyarakat-masyarakat yang sedang mengalami perubahan-perubahan atau perkembangan. Sebenarnya perencanaan sosial yang bertujuan untuk melihat jauh ke depan telah ada sejak dahulu dan telah pula dipikirkan oleh para sosiolog . Auguste Comte misalnya, berpendapat bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk melihat jauh ke depan serta mengendalikan tujuannya. Pernyataan tadi kemudian diperkembangkan lebih lanjut oleh Lester F. Ward yang mempergunakan istilah social telesis  untuk menunjuk pada arah yang dituju suatu masyarakat. [1] Menurut sosiologi, suatu perencanaan sosial harus didasarkan pada pengertian mendalam tentang bagaimana kebudayaan berkembang dari taraf yang rendah ke taraf modern dan kompleks dimana dikenal industri, peradaban kota dan selanjutnya . Selain itu harus pula ada pengertian terhadap hubungan manusia dengan alam sekitarnya, hubungan antara golongan-golongan dalam masyarakat ...