Langsung ke konten utama

Postingan

Meraba Mental Orang Desa (Bagian 2)

Harapan : Pesimisme vs Optimisme Manusia memiliki harapan, sebagai orang normal. Apa yang diharapkan setiap orang sangatlah berbeda. Entah darimana datangnya suatu harapan itu. Ada yang menyatakan bahwa harapan datang dari persepsi seseorang mengenai kehidupan dunia ini. Persepsi itu bisa kita sebut filsafat hidup, prinsip hidup atau apa pun itu. Persepsi-persepsi dia bisa dipengaruhi oleh pemahaman agama, ilmu pengetahuan, lingkungan keluarga, lingkungan kerja dsb.. Harapan dalam kehidupan manusia merupakan cita-cita, keinginan, penantian, kerinduan akan sesuatu supaya itu terjadi. Dalam menantikan adanya sesuatu yang terjadi dan diharapkan, manusia melibatkan menusia lain atau kekuatan lain di luar dirinya supaya sesuatu terjadi, selain hasil usahanya yang telah dilakukan dan ditunggu hasilnya. Jadi, yang diharapkan itu adalah hasil jerih payah dirinya dan bantuan kekuatan lain. Bahkan, harapan itu tidak bersifat egosentris, berbeda dengan keinginan yang menurut kodratnya bersif...

Meraba Mental Orang Desa (Bagian1)

Saya mencoba untuk memahami apa yang dipikirkan oleh orang desa pada umumnya. Apa yang saya teliti, terbatas pada realita di tempat tinggal saya di Desa Sukamerang, Kecamatan Kersamanah, Kabupaten Garut. Maka dari itu, tidak bisa menjadi 'generalisasi' dari kondisi orang desa di Indonesia secara keseluruhan. Namun, denga bantuan kepustakaan maka saya bisa menarik garis besar mental orang desa pada umumnya. Sebagai manusia, baik orang desa maupun orang kota, mempunyai keunikan tersendiri yang tidak bisa disamaratakan begitu saja. Pendekatan generalisasi karakter tidak saya lakukan karena itu akan mendapatkan banyak 'penolakan'. Termasuk saya, tidak setuju apabila harus memahami isi pikiran orang desa harus menggunakan 'teori-teori' yang sudah ada. Bisa jadi, teori itu menyesatkan siapa pun yang menggunakannya. Alhasil, ketika akan menelorkan kebijakan mengenai pembangunan pedesaan kita cenderung 'pukul rata'. Mendeskripsikan/memaparkan fenomena sua...

Membangun Industri Kreatif dari Sekolah (Diagram)

Membangun Industri Kreatif dari Sekolah

Membangun indsutri kreatif perlu dimulai dari unit terkecil dari masyarakat. Diantaranya, sekolah sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia memiliki peranan sangat penting untuk keberlangungan industri kreatif di masa depan. Industri kreatif perlu dibangun dengan menumbuhkan kreatifitas para pekerjanya. Dan, kreatifitas itu perlu dipupuk sejak dini. Darimana Kreatifitas Datang? Darimanakah kreatifitas itu datang? Itulah pertanyaan yang pertama kali muncul dalam pikiran saya ketika akan menulis artikel ini. Saya mencoba untuk mencari-cari sumber jawaban dari pertanyaan tersebut. Di internet, di buku pun saya mengalami kesulitan untuk mendapatkan jawaban yang 'memuaskan'. Namun, ketika dipikir-pikir ternyata mencari jawaban yang tidak memuaskan adalah awal mula suatu kreatifitas. Ya, ketidakpuasan akan realita di sekitarnya ! Seperti ada desakan dari dalam, kreatifitas itu  muncul begitu saja. Pikiran kita akan membawa pada sesuatu yang 'baru...

Mengolah Informasi dan Menyebarkannya

" Setiap permasalahan tidak akan persis sama, begitupun cara penyelesaiannya. Maka biarkan setiap generasi belajar untuk menyelesaikan permasalahnya sendiri." Mengolah Informasi Kegiatan mengolah informasi merupakan suatu tugas yang 'tidak mudah', apalagi di tengah kekalutan global seperti sekarang ini. Begitu banyak informasi berseliweran di jagat dunia maya dimana kita tidak tahu mana yang relevan dengan situasi yang sedang kita hadapi. Mengolah informasi menjadi pekerjaan 'maha penting' apabila banyak informasi sampah yang dianggap 'penting' bagi sebagian orang tetapi dianggap tidak penting bagi yang lainnya. Mengolah informasi juga begitu krusial ketika ada banyak pihak yang mencoba untuk menguasai informasi. Celakanya, tidak hanya informasi yang sifatnya 'kabar berita' semata tetapi informasi penting mengenai sains dan teknologi yang secara jelas bisa mengubah tatanan kehidupan ummat manusia. Informasi yang dikuasai oleh segelinti...

Indigeneous Learning Styles : Pijakan Indigeneous Science & Technology

Dalam usaha kita membangun desa, perlu ada suatu pola belajar yang dapat menunjang pembangunan pedesaan. Pola belajar itu harus bisa mengenalkan bagaimana menyelesaikan masalah di pedesaan. Dengan begitu, diharapkan ada sumberdaya manusia yang bisa memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi di pedesaan. Indigenous learning styles adalah berupa pendekatan dan strategi dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang tumbuh kembang pada setiap entitas , yang pada umumnya digunakan dalam mempelajari perilaku pembelajaran individual dan kelompok yang menyatu dengan akar budayanya sendiri. Indigenous learning styles dirumuskan dalam : (1) belajar melalui observasi dan imitasi; (2) belajar melalui pengalaman keseharian; (3) belajar melalui coba dan salah ( trial and error);  (4) lebih menekankan pada keterampilan untuk tugas tertentu; (5) lebih menekankan pada kemanusiaan dan hubungan. Sedangkan pengetahuan indegenous memiliki makna yang mencakup : (1) pengetahuan indegeno...