Langsung ke konten utama

Postingan

Tahap Tinggal Landas : Perubahan Visi Pembangunan Ulama

Ulama memiliki peran krusial dalam proses pembangunan negeri ini. Mereka adalah agen pembangunan yang terlahir oleh situasi unik. Dimana, tidak setiap orang memiliki kepribadian istimewa seperti para ulama. Dalam kesehariannya, ulama berperan sebagai pemimpin informal dalam perikehidupan bermasyarakat. Walaupun tidak memiliki legitimasi secara hukum, ulama turut serta menentukan arah pembangunan. Khusus dalam masyarakat desa, ulama menjadi tokoh sentral atas segala tata kelola kehidupan di pedesaan. Untuk itu, seorang ulama mempunyai visi pembangunan yang menyeluruh. Tidak seperti warga pada umumnya, dalam benak seorang ulama terbersit visi tentang gambaran masa depan. Gambaran itu lahir atas 'proses berpikir' dan 'proses mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa'. Dengan luasnya ilmu, para ulama senantiasa mencari kebijaksanaan juga memilih dari sekian banyak alternatif jalan kehidupan bagi kebaikan warga di pedesaan. Masa Kolonial : Ulama Berperan Mengusir Penjajah ...

Belajar dari Realita

Katakanlah: "Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan Rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman". (QS. Yunus (10): 101) Belajar menjadi salah satu kebutuhan manusia sebagai perwujudan insting manusia dalam bertahan hidup. Setiap kondisi manusia yang berbeda, menuntut kita untuk memahami apa yang kita alami ataupun hal yang tidak kami alami. Proses itu terus berlangsung tanpa henti. Ketika manusia berhenti untuk belajar maka sepertinya dia akan tersingkir dari kompetisi. Saya ingin menyampaikan situasi dimana seseorang dituntut untuk belajar lebih giat dari biasanya. Tidak karena disuruh atau sekedar memenuhi tugas sekolah-kuliah. Belajar adalah sebagai perwujudan diri sehingga selalu ada motifasi diri untuk tidak berhenti memperbaiki diri. Situasi yang saya maksud adalah situasi perasaan dan pikiran yang terus 'berkecamuk' melihat realita yang ada. Perasaan yang terus gundah ...

Kepemimpinan Informal di Desa

Kepemimpinan menjadi hal yang krusial dalam proses pembangunan, termasuk di desa. Pembangunan yang berskala global, nasional hingga satuan terkecil dalam komunitas manusia memerlukan pemimpin sebagai penentu arah pembangunan itu. Sejarah mencatat, kepemimpinan seseorang sangat menentukan berhasil atau tidaknya proses pembangunan. Dalam kasus di pedesaan, kepemimpinan pembangunan diprakarasai oleh pemerintah desa. Hanya saja, kepemipimpinan kepala  desa masih terbatas pada kepempimpinan yang bersifat adiminstratif. Perlu adanya pemimpin informal yang bisa membawa desa menuju arah pembangunan yang lebih luas dalam jangka waktu lama. Sebagaimana yang saya bahas dalam Peran Ulama dalam PembangunanPedesaan , peran tokoh masyarakat belum bisa melengkapi peran pemerintah dalam pembangunan sosial-ekonomi. Tantangan ini seharusnya bisa dijawab oleh lembaga pendidikan. Namun sayang, lembaga pendidikan belum bisa melahirkan para pemimpin baru karena situasi yang dihadapi berbeda dengan...

Kegiatan untuk Orang Tua

Bila diamati, populasi penduduk desa mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Terkadang bertambah dengan adanya kelahiran seorang bayi. Namun, terkadang berkurang karena adanya perpindahan penduduk _terutama kaum muda_ untuk mencari sumber  penghidupan di tempat lain. Sering saya menjumpai desa yang lebih banyak orang tuanya dibandingkan orang mudanya. Jumlah warga dengan usia angkatan kerja (17 – 55 tahun) lebih sedikit bahkan hampir tidak ada bila bibandingkan dengan orang tua dan anak-anak. Secara demografi, apabila kebanyakan warga desa adalah para orang tua maka biasanya produktifitas di desa menurun seiring menurunnya produktifitas para orang tua. Untuk itu, sebaiknya ada upaya untuk mengisi kegiatan di hari tua. Meskipun kita tidak bisa menyamakan dengan orang muda, kegiatan para orang tua ini bisa memberikan ruang untuk mengekspresikan diri. Secara psikologis, para orang tua memang sudah berbeda dengan orang muda. Secara umum, para orang tua sudah kurang tertarik pad...

Keseimbangan Alam di Desa Peralihan

Sumber : google.com Alhamdulillah, masa panen padi telah tiba di desa kami. Banyak petani yang bersuka cita dengan hasil panennya. Meskipun pada musim ini hasil panen tidak sebagus musim sebelumnya, kami bersyukur masih ada yang bisa kami peroleh dari investasi yang kami tanamkan. Ada banyak harapan dari seorang petani, tetapi tentu saja ada juga hal tidak terduga yang bisa mengurangi harapan kita. Ada banyak hal yang bisa mempengaruhi berkurangnya hasil panen. Diantaranya, air yang  mulai menyusut karena tidak ada hujan juga unsur hara yang belum kembali ke kondisi normal. Namun, penyebab yang paling dominan adalah hama tikus yang menyerang pesawahan di desa kami. Mungkin, bulan-bulan ini musimnya tikus beranak-pinak sehingga mereka membutuhkan banyak makanan. Populasinya semakin meningkat tidak tertahankan.  Ada banyak lubang tikus dimana-mana. Mereka menyerang padi secara massif bahkan cenderung bergerombol. Para petani kewalahan bila harus mengusir mereka satu-...

Menentukan Proyek Berdasarkan Sasaran Pembangunan

Hal wajar jika warga desa kebingungan untuk menentukan sasaran pembangunan desanya sendiri. Pada tahun-tahun mendatang, akan ada banyak proyek yang harus dilaksanakan sebagai wujud dari pelaksanaan Undang-undang Desa. Anggaran yang sudah disiapkan dari pusat harus terserap karena dianggap sesuai dengan perencanaan yang telah diajukan. Namun, sistem perencanaan bottom up alias inisiatif berasal dari bawah_ akan mengalami kesulitan karena warga desa sendiri masih mengalami kebingungan menentukan sasaran pembangunan desanya sendiri. Apa sasaran pembangunan desa kita? Sebelum berbicara banyak tentang suatu proyek yang akan diprioritaskan, tentu saja kita harus membicarakan secara matang tentang sasaran pembangunan desa kita. Perlu waktu yang tidak sebentar untuk menentukan sasaran tersebut. Semua pihak seyogyanya diajak bicara. Memang, dari sekian banyak kepentingan harus ada ketegasan untuk menentukannya sejak awal. Sumber : google.com 1) Menjadi desa yang nyaman . Memiliki tem...

Tradisi Berimajinasi

Ada tradisi yang terlupakan untuk kita jaga dan dikembangkan. Tradisi ini sebenarnya adalah perwujudan dari kelebihan manusia sebagai makhluk Alloh SWT. Tradisi ini sudah ada sejak manusia diciptakan dan mereka membangun peradaban di muka bumi. Tradisi itu adalah tradisi untuk berimajinasi . Dalam diri manusia, ada perwujudan isi dari pemikiran dalam bentuk benda. Dari mulai pakaian, makanan, bangunan hingga bagaimana mereka bermasyarakat dari bentuk perwujudan yang pada mulanya ada dalam pikiran. Manusia dikarunia akal tidak hanya untuk sekedar bertahan hidup tetapi juga sebagai upaya untuk menjadikan bumi menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali. Manusia terus berpikir bagaimana dia menyiptakan masa depan yang lebih mapan dan tentu saja diawali dari imajinasi. Manusia memperoleh kenikmatan hidup dai hasil imajinasi mereka.  Pada mulanya bumi ini terdiri dari tumbuhan, binatang dan sumberdaya mineral. Melalui imajinasi manusia, kita dapat menyaksikan bagaimana perada...