Langsung ke konten utama

Memanfaatkan Kayu di Sekitar Rumah



Pohon albasia
Suatu saat saya pernah jalan-jalan keliling kampung. Ternyata, ada banyak pohon kayu albasiah atau jengjen yang tumbuh. Tidak hanya di dekat rumah saja, ada banyak ratusan pohon di sepanjang jalan yang saya lalui. Program penananam pohon yang dicanangkan pemerintah membuat desa menjadi lebih hijau dibandingkan sebelumnya.
Terlintas dalam pikiran, untuk apa ya kayu sebanyak itu? Saya pikir akan ada banyak rumah yang dibangun. Namun, masyarakat lebih suka membangun rumah tembok sehingga penggunaan kayu diperkirakan lebih sedikit daripada rumah panggung. Bagaiman kalau dibuat peralatan rumah tangga?
Ya, kayu masih menjadi primadona untuk perabotan rumah tangga. Furnitur hingga peralatan dapur masih menggunakan kayu. Jadi, kalau rumah tembok sekalipun pasti masih ada unsur kayu sebagai pelengkap. Kalau begitu, saya berencana untuk membuat perusahaan furnitur berbahan dasar kayu. Apalagi, kebutuhan alat rumah tangga diperkirakan akan meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk.
Pasar untuk furnitur ini memang masih luas. Ada banyak rumah yang belum terisi lengkap dengan perabotan rumah tangga. Bisa jadi harganya yang tidak terjangkau menjadi alasan. Untuk itu, saya buat konsep furnitur sederhana tanpa ukiran sehingga bisa menekan biaya produksi. Tanpa mengesampingkan kualitas, harga yang bersaing di pasaran dapat menyerap pasar kelas menengah ke bawah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kayu Bakar untuk Bertahan Di Tengah Kesulitan

Ketika ktia kelelahan mencari sesuatu yang tidak ada atau jauh dari kediaman, maka melihat ke sekeliling bisa menjadi solusi. Bapa saya akhir-akhir ini rajin membelah kayu-kayu yang tumbuh di sekitar rumah. Untuk bahan bakar, demi menghemat anggaran belanja. Menanak nasi dan memasak air di atas tungku, tidak banyak menggunakan kompor demi usaha penghematan. Ketika banyak orang, sibuk mencari uang untuk membeli kebutuhan rumah tangga maka Bapa saya lebih suka menanam pepohonan. Ketika pohon itu sudah besar, manfaatnya begitu banyak. Salah satu yang saat ini dirasakan adalah kesanggupan kami untuk sekedar bertahan hidup di kala ekonomi sedang tidak baik. Meskipun negara sedang dilanda banyak bencana, kami bisa bertahan demi sekedar makan. Alhamdulillah.

Beternak Kerbau Rawa di Pinggiran Hutan Rawa

  Kerbau Rawa di Kalimantan (Sumber: Antara) Saya punya rencana untuk mengembalikan fungsi lahan kebun sawit menjadi tutupan hutan dengan memanfaatkan peran kerbau rawa. Jika sebelumnya hutan "dikeringkan" untuk ditanami bibit sawit maka harus kembali "dibasahkan" dengan mengalirkan air sungai. Untuk keperluan pupuk dan sumber pendapatan warga maka kerbau rawa bisa menjadi alternatif.  Dalam bayangan pikiran saya, akan ada lahan sawit yang tidak produktif lagi karena faktor usia tanaman. Dalam keadaan demikian, waktu yang tepat untuk segera mengembalikan fungsi hutan. Namun, saya tahu ini bukanlah usaha yang mudah. Penduduk akan lebih tertarik untuk mengalihkan fungsi lahan untuk sesuatu yang komersil. Hanya saja, mengembalikan fungsi hutan merupakan sebuah keharusan. Tentu tidak mengorbankan warga yang membutuhkan sumber pendapatan.  Memelihara kerbau rawa adalah solusi. Ini dipilih karena beberapa alasan.  Pertama, penduduk punya kegiatan untuk mengalihkan énergi ...

Perencanaan Sosial

Perencanaan sosial ( social planning ) pada dewasa ini menjadi ciri yang umum bagi masyarakat-masyarakat yang sedang mengalami perubahan-perubahan atau perkembangan. Sebenarnya perencanaan sosial yang bertujuan untuk melihat jauh ke depan telah ada sejak dahulu dan telah pula dipikirkan oleh para sosiolog . Auguste Comte misalnya, berpendapat bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk melihat jauh ke depan serta mengendalikan tujuannya. Pernyataan tadi kemudian diperkembangkan lebih lanjut oleh Lester F. Ward yang mempergunakan istilah social telesis  untuk menunjuk pada arah yang dituju suatu masyarakat. [1] Menurut sosiologi, suatu perencanaan sosial harus didasarkan pada pengertian mendalam tentang bagaimana kebudayaan berkembang dari taraf yang rendah ke taraf modern dan kompleks dimana dikenal industri, peradaban kota dan selanjutnya . Selain itu harus pula ada pengertian terhadap hubungan manusia dengan alam sekitarnya, hubungan antara golongan-golongan dalam masyarakat ...