Langsung ke konten utama

Akan Menjadi Keong Sawah atau Katak Loncat?


"alon-alon asal kelakon"

Alloh memang punya rencana, tetapi kita pun boleh berencana. Apabila nanti rencana kita tidak sesuai dengan rencana-Nya maka itulah takdir kita.
Sejak awal kita harus menentukan pilihan, apakah kita akan menjalankan rencana  hidup ini  seperti katak loncat atau keong sawah. Katak loncat berjalan dengan  meloncat sehingga dia seakan tidak meninggalkan jejak tetapi dapat menempuh perjalanan dengan cepat. Keong sawah berjalan lambat tetapi berbekas pada setiap jalan yang dilaluinya.
Saya memilih menjalankan setiap rencana kehidupan seperti keong sawah saja. Biar lambat asal selamat. Memang, lebih baik cepat, tetap dan selamat. Tapi, rencana kita tidak senantiasa berjalan dengan mulus. Ada saja hambatan dan tantangan dalam menjalankannya.
Ketika menjadi keong sawah setidaknya ada bekas dari kerja keras kita yang tidak mudah hilang begitu saja. Pengaruh  bagi kita dan orang di sekitar kita begitu kuat sehingga selalu siap ketika menghadapi berbagai kondisi di luar kendali. Krisis finansial, musibah dan berbagai cobaan hidup rasanya siap dihadapi ketika kita memberi 'bekas' yang berarti bagi hidup kita.
Waktu dan energi yang kita investasikan menjadi sangat terasa hasilnya karena kita bersabar menjalankan setiap proses tanpa harus terburu-buru. Membangun kekuatan hidup dengan perlahan sebagai persiapan untuk  menghadapi masa depan yang tidak bisa kita prediksi. Pengetahuan yang kita miliki sebagai penentu arah dari setiap langkah hidup kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kayu Bakar untuk Bertahan Di Tengah Kesulitan

Ketika ktia kelelahan mencari sesuatu yang tidak ada atau jauh dari kediaman, maka melihat ke sekeliling bisa menjadi solusi. Bapa saya akhir-akhir ini rajin membelah kayu-kayu yang tumbuh di sekitar rumah. Untuk bahan bakar, demi menghemat anggaran belanja. Menanak nasi dan memasak air di atas tungku, tidak banyak menggunakan kompor demi usaha penghematan. Ketika banyak orang, sibuk mencari uang untuk membeli kebutuhan rumah tangga maka Bapa saya lebih suka menanam pepohonan. Ketika pohon itu sudah besar, manfaatnya begitu banyak. Salah satu yang saat ini dirasakan adalah kesanggupan kami untuk sekedar bertahan hidup di kala ekonomi sedang tidak baik. Meskipun negara sedang dilanda banyak bencana, kami bisa bertahan demi sekedar makan. Alhamdulillah.

Beternak Kerbau Rawa di Pinggiran Hutan Rawa

  Kerbau Rawa di Kalimantan (Sumber: Antara) Saya punya rencana untuk mengembalikan fungsi lahan kebun sawit menjadi tutupan hutan dengan memanfaatkan peran kerbau rawa. Jika sebelumnya hutan "dikeringkan" untuk ditanami bibit sawit maka harus kembali "dibasahkan" dengan mengalirkan air sungai. Untuk keperluan pupuk dan sumber pendapatan warga maka kerbau rawa bisa menjadi alternatif.  Dalam bayangan pikiran saya, akan ada lahan sawit yang tidak produktif lagi karena faktor usia tanaman. Dalam keadaan demikian, waktu yang tepat untuk segera mengembalikan fungsi hutan. Namun, saya tahu ini bukanlah usaha yang mudah. Penduduk akan lebih tertarik untuk mengalihkan fungsi lahan untuk sesuatu yang komersil. Hanya saja, mengembalikan fungsi hutan merupakan sebuah keharusan. Tentu tidak mengorbankan warga yang membutuhkan sumber pendapatan.  Memelihara kerbau rawa adalah solusi. Ini dipilih karena beberapa alasan.  Pertama, penduduk punya kegiatan untuk mengalihkan énergi ...

Perencanaan Sosial

Perencanaan sosial ( social planning ) pada dewasa ini menjadi ciri yang umum bagi masyarakat-masyarakat yang sedang mengalami perubahan-perubahan atau perkembangan. Sebenarnya perencanaan sosial yang bertujuan untuk melihat jauh ke depan telah ada sejak dahulu dan telah pula dipikirkan oleh para sosiolog . Auguste Comte misalnya, berpendapat bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk melihat jauh ke depan serta mengendalikan tujuannya. Pernyataan tadi kemudian diperkembangkan lebih lanjut oleh Lester F. Ward yang mempergunakan istilah social telesis  untuk menunjuk pada arah yang dituju suatu masyarakat. [1] Menurut sosiologi, suatu perencanaan sosial harus didasarkan pada pengertian mendalam tentang bagaimana kebudayaan berkembang dari taraf yang rendah ke taraf modern dan kompleks dimana dikenal industri, peradaban kota dan selanjutnya . Selain itu harus pula ada pengertian terhadap hubungan manusia dengan alam sekitarnya, hubungan antara golongan-golongan dalam masyarakat ...