Langsung ke konten utama

Menjadikan Ponsel sebagai Pembuka Jendela Dunia



Tahukan kita bahwa Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia? Dari sekitar 238 juta penduduk Indonesia, ternyata masih banyak masyarakatnya yang kekurangan sandang, papan bahkan pangan. Sebagai negara yang memiliki cadangan air terbesar ke-5 ternyata ada banyak orang Indonesia masih kekurangan air bersih, mungkin termasuk kita. Tahukah kita bahwa Indonesia adalah negara maritim dengan lautnya yang luas namun tidak termasuk ke dalam sepuluh besar eksportir hasil laut dunia.
Ada banyak hal yang belum kita ketahui bahkan tidak kita sadari. Satu diantaranya tentang kondisi negeri sendiri. Mungkin kita kurang tertarik untuk melihat dan memperhatikan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Namun, apa pun yang terjadi di negeri ini bisa kita akses melalui internet.
Internet sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Globalisasi terus bergulir seiring dengan berputarnya bumi pada porosnya. Internet bisa menghubungkan manusia dari satu tempat ke tempat lain, dari satu negara dengan negara lainnya. Namun, apakah kita sudah bisa memaksimalkan internet sebagai sarana untuk menambah wawasan kita tentang dunia.
Saat ini internet bisa dengan mudah diakses lewat telepon seluler. Kemudahan ini seyogyanya juga menjadi kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses pengetahuan. Atau, bisa jadi kemudahan mengakses internet malah menjadi boomerang bagi masyarakat karena efek negatifnya. Semua itu kembali kepada kita sebagai penggunanya, apakah akan memanfaatkannya untuk hal yang positf atau sebaliknya.
Betapa pentingnya kita untuk menambah wawasan di tengah ketidakpastian kondisi sosial politik bangsa.  Sebagai anak muda, menambah wawasan menjadi suatu keharusan. Apalagi, sebagai seorang muslim menambah pengetahuan menjadi nilai ibadah yang akan dicatat amal baik oleh Alloh SWT. So, tidak ada alasan lagi untuk bermalas-malasan menambah wawasan kita sebagai bekal hidup di masa depan.
Pada praktiknya, kita bisa menggunakan waktu senggang kita untuk mengakses internet dengan ponsel. Cukup waktu tidak lebih dari satu jam per harinya. Di sore hari atau malam sebelum tidur menjadi waktu ideal untuk berselancar di dunia maya. Mungkin banyak dari kita yang menggunakan internet di ponsel sekedar untuk social networking seperti facebook dan twitter. Padahal kita bisa buka beberapa situs yang memuat informasi dunia dengan penyajian sederhana sehingga mudah untuk dibaca. Coba saja kita buka m.detik.com, m.kompas.com atau m.okezone.com, disana kita bisa mengakses informasi dengan penyajian yang ringkas, sederhana dan bisa dipilih sesuai kebutuhan.
Mari kita lihat sekeliling kita, amati, maka biasanya timbul pertanyaan sebagai rasa keingintahuan. Ada sawah, ladang atau gunung yang tinggi menjulang. Bagaimana kita bisa memanfaatkan semuanya. Jawabannya cukup buka google.com,  lalu ketik kata kunci yang kita inginkan maka akan ada banyak jawaban yang kita terima. Sangat mudah. Ingin pintar itu mudah dan murah. Sekarang bergantung pada kita, maukah kita menjadi manusia yang memiliki wawasan luas?
Insya Alloh, dengan wawasan yang luas kita akan menjadi manusia yang siap menghadapi zaman. Perubahan yang sedang terjadi tidak menjerumuskan kita ke lembah hitam. Justru kita akan menjadi manusia-manusia unggul sebagai penggerak kemajuan zaman. Terdengar idealis dan terlalu muluk-muluk tetapi begitulah Alloh memerintahkan manusia untuk menjadi kholifah_pemimpin atau pengurus_ di muka bumi.
Dan pada akhirnya, apa yang menjadi cita-cita kita _dokter, insinyur, petani, pengusaha, astronot_  apa pun itu cara untuk menggapainya ada di www.google.co.id. Cobalah….

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kayu Bakar untuk Bertahan Di Tengah Kesulitan

Ketika ktia kelelahan mencari sesuatu yang tidak ada atau jauh dari kediaman, maka melihat ke sekeliling bisa menjadi solusi. Bapa saya akhir-akhir ini rajin membelah kayu-kayu yang tumbuh di sekitar rumah. Untuk bahan bakar, demi menghemat anggaran belanja. Menanak nasi dan memasak air di atas tungku, tidak banyak menggunakan kompor demi usaha penghematan. Ketika banyak orang, sibuk mencari uang untuk membeli kebutuhan rumah tangga maka Bapa saya lebih suka menanam pepohonan. Ketika pohon itu sudah besar, manfaatnya begitu banyak. Salah satu yang saat ini dirasakan adalah kesanggupan kami untuk sekedar bertahan hidup di kala ekonomi sedang tidak baik. Meskipun negara sedang dilanda banyak bencana, kami bisa bertahan demi sekedar makan. Alhamdulillah.

Beternak Kerbau Rawa di Pinggiran Hutan Rawa

  Kerbau Rawa di Kalimantan (Sumber: Antara) Saya punya rencana untuk mengembalikan fungsi lahan kebun sawit menjadi tutupan hutan dengan memanfaatkan peran kerbau rawa. Jika sebelumnya hutan "dikeringkan" untuk ditanami bibit sawit maka harus kembali "dibasahkan" dengan mengalirkan air sungai. Untuk keperluan pupuk dan sumber pendapatan warga maka kerbau rawa bisa menjadi alternatif.  Dalam bayangan pikiran saya, akan ada lahan sawit yang tidak produktif lagi karena faktor usia tanaman. Dalam keadaan demikian, waktu yang tepat untuk segera mengembalikan fungsi hutan. Namun, saya tahu ini bukanlah usaha yang mudah. Penduduk akan lebih tertarik untuk mengalihkan fungsi lahan untuk sesuatu yang komersil. Hanya saja, mengembalikan fungsi hutan merupakan sebuah keharusan. Tentu tidak mengorbankan warga yang membutuhkan sumber pendapatan.  Memelihara kerbau rawa adalah solusi. Ini dipilih karena beberapa alasan.  Pertama, penduduk punya kegiatan untuk mengalihkan énergi ...

Perencanaan Sosial

Perencanaan sosial ( social planning ) pada dewasa ini menjadi ciri yang umum bagi masyarakat-masyarakat yang sedang mengalami perubahan-perubahan atau perkembangan. Sebenarnya perencanaan sosial yang bertujuan untuk melihat jauh ke depan telah ada sejak dahulu dan telah pula dipikirkan oleh para sosiolog . Auguste Comte misalnya, berpendapat bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk melihat jauh ke depan serta mengendalikan tujuannya. Pernyataan tadi kemudian diperkembangkan lebih lanjut oleh Lester F. Ward yang mempergunakan istilah social telesis  untuk menunjuk pada arah yang dituju suatu masyarakat. [1] Menurut sosiologi, suatu perencanaan sosial harus didasarkan pada pengertian mendalam tentang bagaimana kebudayaan berkembang dari taraf yang rendah ke taraf modern dan kompleks dimana dikenal industri, peradaban kota dan selanjutnya . Selain itu harus pula ada pengertian terhadap hubungan manusia dengan alam sekitarnya, hubungan antara golongan-golongan dalam masyarakat ...